Materi gizi seimbang dan PHBS

Materi Gizi Seimbang dan Prinsip PHBS

“Jambore Anak Sehat 2011”

  1. Prinsip Gizi Seimbang
  • Pedoman Umum Gizi Seimbang

Pada tahun 1992 di Roma, Italia diadakan Kongres Gizi Internasional yang merekomendasikan agar setiap negara menyusun Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) untuk menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang andal. Oleh karena itu Indonesia melalui Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan (Depkes) membuat pedoman umum gizi seimbang dengan logo yang berbentuk kerucut atau tumpeng yang terdiri dari 3 tingkat, yaitu : tingkat dasar menggambarkan sumber zat tenaga, yaitu padi-padian, umbi-umbian, dan tepung-tepungan; tingkat kedua diisi kelompok makanan sumber zat pengatur, yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan; serta puncak tumpeng berisi kelompok makanan sumber zat pembangun, yaitu gabungan makanan hewani (termasuk susu) dan nabati.

Dengan melihat perkembangan yang ada maka Depkes pada tahun 2002 telah merampungkan revisi terhadap UPGS tahun 1994. Bentuk logo PUGS tahun 2002 tetap dipertahankan atau sama dengan tahun 1994, yaitu kerucut atau tumpeng tetapi menjadi terdiri dari 4 bagian. Revisi tersebut adalah :

  1. Pertama, jumlah tingkat kerucut yang sebelumnya tiga menjadi empat tingkat, yaitu: tingkat dasar bahan makanan sumber tenaga/karbohidrat, tingkat kedua sayur & buah, tingkat ketiga sumber protein hewani & nabati, tingkat ke empat golongan lemak & minyak.
  2. Kedua, terdapat pada tingkat tiga yang berisi makanan sumber zat pembangun/protein, dibuat secara terpisah antara hewani dan nabati (sebelumnya digabungkan).
  3. Ketiga, penempatan minyak dan lemak pada puncak tertinggi tumpeng yang sebelumnya tidak ada.
  4. Keempat, adanya petunjuk penggunaan masing-masing golongan makanan tersebut dalam bentuk porsi dan kata “gunakan seperlunya” untuk minyak dan lemak (lihat gambar).

Pedoman Umum Gizi Seimbang Revisi Tahun 2002, Tumpeng Gizi Seimbang:

Di Indonesia, pedoman umum gizi seimbang (PUGS) tersebut dijabarkan sebagai 13 pesan dasar yang dapat dijadikan pedoman bagi setiap penduduk untuk medapatkan pola makan yang sehat dan seimbang. 13 pesan dasar gizi seimbang tersebut adalah:

  1. Makanlah aneka ragam makanan, yaitu makanan sumber zat tenaga (karbohidrat), zat pembangun (protein), serta zat pengatur (vitamin dan mineral).
  2. Makanlah makanan untuk memenuhi kebutuhan energi. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari tiga sumber utama, yaitu karbohidrat, protein dan lemak.
  3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi. Konsumsi gula sebaiknya dibatasi 5% dari jumlah kecukupan energi atau sekitar 3-4 sendok per hari. Seyogyanya sekitar 50-60% kebutuhan energi diperoleh dari karbohidrat kompleks atau setara dengan 3-4 piring nasi.
  4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi. Mengkonsumsi lemak hewani secara berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner.
  5. Gunakan garam beryodium untuk mencegah timbulnya gangguan akibat kekurangan yodium (GAKI). GAKI dapat menghambat perkembangan tingkat kecerdasan anak, penyakit gondok, dan kretin (kerdil). Dianjurkan untuk mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram (1 sendok teh) per hari.
  6. Makanlah makanan sumber zat besi untuk mencegah anemia. Sumber yang baik adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging.
  7. Pemberian ASI saja kepada bayi sampai berumur 4 bulan. Pemberian ASI secara eksklusif ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi hingga umur 4 bulan, setelah itu perlu diberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI).
  8. Biasakan makan pagi (sarapan) untuk memelihara ketahanan fisik dan meningkatkan produktivitas kerja.
  9. Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya, yaitu minimal 2 liter atau setara dengan 8 gelas setiap harinya, agar proses faali dalam tubuh dapat berlangsung dengan lancar dan seimbang.
  10. Lakukan kegiatan fisik dan olah raga secara teratur untuk mencapai berat badan normal dan mengimbangi konsumsi energi yang berlebihan.
  11. Hindari minum minuman beralkohol.
  12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan, yaitu bebas dari cemaran bahan kimia dan mikroba berbahaya, yang dapat menyebabkan sakit.
  13. Bacalah label pada makanan yang dikemas, untuk mengetahui komposisi bahan penyusun (ingridien), komposisi gizi, serta tanggal kedaluarsa.
  • Piramida Makanan

Untuk di Amerika Serikat, Departemen Pertanian mereka pada tahun 2005 telah melakukan revisi untuk menggantikan piramida makanan yang dikenalkan sejak tahun 1992. Piramida makanan yang baru tersebut yang disebut dengan “MyPyramid” menekankan pemilihan makanan yang sesuai dengan kebutuhan aktifitas mereka. Selain itu pada gambar piramida makanannya juga disertakan gambar aktifitas fisik untuk melengkapi asupan makanan yang dilakukan.

Aktivitas fisik dapat berupa semua aktifitas pergerakan tubuh yang menggunakan energi. Berjalan, berkebun, naik tangga, bermain sepak bola atau menari merupakan salah satu contoh aktifitas fisik. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari aktifitas fisik tersebut, maka sebaiknya aktifitas tersebut dilakukan selama 30 menit sehari. Tetapi aktifitas fisik yang tidak menaikkan detak jantung tidak termasuk ke dalam aktifitas fisik yang dimaksud seperti diatas, seperti misalnya bergerak biasa atau jalan saat berbelanja.

  • Peranan Orang Tua Dalam Pengaturan Pola Makan Anak

Orang tua sangat berperan dalam menjaga pola makan yang sehat dan seimbang bagi anak karena biasanya anak akan meniru pola makan yang ada di keluarga. Dengan mengatur asupan makanannya supaya tetap sehat dan seimbang, maka kesehatan dan kecerdasan anak akan dapat terjaga untuk menjamin masa depannya.

  • Memilih Jajanan Sehat

Untuk Anak-anak:

-          Jangan terpengaruh televisi, tidak semua jajanan yang ada di televisi itu baik.

-          Biasakan untuk sarapan dulu di rumah dengan makanan yang bergizi karena bisa menambah energi di sekolah dan membuat jadi pintar.

-          Belilah jajan di tempat yang bersih misalnya jauh dari tempat sampah, got, atau kotoran seperti debu, atau asap kendaraan bermotor dan makanan tertutup serta tidak bekas dipegang-pegang orang lain.

-          Awas makanan yang warna-warni bisa berbahaya karena mengandung pewarna buatan (biasanya pewarna tekstil), jadi harus dihindari.

-          Jajanan yang tidak sehat bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare.

-          Ayo biasakan bawa bekal dari rumah, lebih enak, bersih, hemat, dan bergizi.

Tips Untuk Orang Tua:

-          Dampingi anak ketika nonton  televisi

Minat jajan anak dan teve sangat berkaitan erat. Tayangan teve saat ini penuh muatan iklan. Malah selain ibu rumah tangga, anak-anak menjadi sasaran iklan yang paling empuk. Itu karena anak-anak masih mudah terpengaruh. Beragam iklan baik minuman maupun makanan seperti dijejalkan pada anak-anak. Tentu saja dengan kemasan yang sangat memikat dan menarik anak-anak. Hasilnya anak-anak pasti merengek untuk minta dibelikan apa yang dia lihat dalam tayangan iklan. Jadi langkah ini merupakan awal untuk memberi pemahaman jajanan-jajanan yang baik bagi kesehatan mereka. Karena itulah, orang tua perlu mendampingin mereka saat menonton teve. Berikan pengertian pada mereka bahwa apa yang diiklankan di teve tak selalu bermanfaat, sehingga tak perlu dibeli atau dicoba.

-          Biasakan sarapan.

Biasakan anak sarapan di rumah sebelum berangkat sekolah. Usahakan untuk selalu membekalinya dengan makanan buatan sendiri yang lezat, bergizi dan bervariasi. Biasakan makan bersama anak di meja makan dan masak bersama mereka di dapur. Ini menciptakan suasana akrab dan menyenangkan. Anak dapat mengenal bahan dan belajar mengolah makanan yang sehat.  Sarapan pagi sebelum berangkat sekolah ternyata amat penting karena ikut menentukan kualitas prestasi seorang anak. Di lain pihak akibat terbatasnya waktu membuat anak dan Anda tak sempat lagi untuk sarapan pagi. Padahal mengutip Journal of American Dietetic Association, mengabaikan sarapan akan membuat anak berperilaku jajan yang tak sehat apalagi rata-rata jajanan di sekolah kurang bergizi. Dalam jangka waktu pendek maupun panjang apabila anak-anak membiasakan diri jajan di sekolah dan melupakan sarapan pagi akan menimbulkan masalah kesehatan tubuhnya.

-          Pilih tempat bersih.

Kadang, jajan merupakan kegembiraan tersendiri bagi anak. Hanya saja, orang tua perlu memberi pengertian. Beri rambu-rambu pada mereka. Orang tua bisa mengatakan, boleh jajan asal di tempat-tempat atau lingkungan yang bersih. Misalnya jauh dari tempat sampah, got, atau kotoran seperti debu, atau asap kendaraan bermotor. Ajarkan mereka untuk memilih jajanan yang terlindung dari debu. Makanan yang dibeli pun sebaiknya dalam keadaan tertutup, bersih dan tidak kotor atau bekas dipegang-pegang orang. Jika anak sudah bisa memahami, memang relatif lebih mudah mengajarinya.

-          Waspadai pemanis-warna.

Ajarkan anak untuk menghindari jajanan yang terlalu manis dan berwarna mencorong seperti es sirup, kue-kue, atau makanan ringan dalam kemasan yang warnanya terang. Karena kemungkinan besar makanan-makanan itu mengandung bahan pemanis buatan atau pewarna yang bukan untuk bahan makanan. Itu sangat berbahaya bagi anak. Apalagi jika mengandung pengawet buatan, sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan anak. Beritahu anak bahwa makanan yang enak belum tentu aman bagi mereka. Kalau perlu orang tua secara tegas dan keras melarang mereka untuk membeli jajanan itu.

-          Jelaskan bahaya.

Tanpa penjelasan yang jelas dan mudah dimengerti, Orang tua akan kesulitan untuk melarang anak mengkonsumsi jajanan-jajanan berbahaya. Ada baiknya orang tua menyampaikan bahaya-bahaya dari makanan-makanan yang mengandung pewarna, pemanis, dan pengawet buatan yang bukan untuk makanan. Misalnya saja, makanan X akan menyebabkan penyakit Y. Dengan mengemukakan bahaya dari makanan tersebut, kemungkinan besar anak takut, sehingga jera dan tak berani lagi membeli jajanan itu. Namun orang tua harus menyampaikan peringatan-peringatan itu terus menerus. Namun untuk mengungkapkan bahaya atau efek samping dari makanan yang tak sehat tersebut, orang tua memang harus belajar dan tahu jenis-jenis makanan yang ada. Tanpa pemahaman itu, orang tua akan kesulitan menyampaikan informasi yang tepat dan benar pada anak.

-          Awasi.

Jika anak sudah bisa diberi pemahaman, tugas orang tua tak begitu sulit. Orang tua tinggal memberikan rambu-rambu, dan menekan anak untuk mematuhi nasihat. Tapi jika anak masih di bawah umur, tentu nasihat-nasihat yang diberikan takkan mempan. Tentu saja mereka belum mengerti. Karena itulah orang tua yang harus memilihkan jajanan untuk mereka. Dengan kata lain, orang tua harus mendampingi anak setiap kali jajan. Orang tua pun harus jeli memilih makanan yang benar-benar sehat. Sekali lagi, hindarilah makanan yang berwarna terang dan manis-manis. Karena sangat mungkin itu mengandung bahan yang berbahaya. Apalagi jika harganya murah. Anda pun harus tegas pada anak. Jangan sampai orang tua kalah oleh senjata andalan mereka yaitu menangis

-          Bawakan bekal.

Cara ini bisa digunakan oleh orang tua. Orang tua tak perlu memberikan uang saku, namun memberi bekal makanan. Beri dia makanan-makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Tak harus makanan buatan sendiri, tapi bisa juga makanan-makanan yang di jual di pasaran. Tapi orang tua harus memilih makanan yang benar-benar aman bagi mereka. Karena jajanan yang diberikan itu sekaligus contoh bagi mereka. Artinya jika orang tua tak memberi bekal, mereka sudah tahu jenis jajanan yang boleh mereka beli. Memang pemberian bekal ini hanya sementara saja. Karena tujuannya untuk membuat anak mengerti jajanan yang sehat dan boleh dibeli. Jika anak sudah paham, orang tua boleh mengganti bekal dengan uang saku.

-          Beri contoh.

Orang tua juga harus memberi contoh untuk selalu memilih jajanan yang sehat, baik saat pergi bersama anak maupun saat membawa oleh-oleh sepulang kerja. Sia-sia jika mengajarkan anak memilih jajanan yang sehat jika orang tua tak memberi contoh yang baik. Kalau perlu kurangi frekuensi jajan anak dalam sehari atau seminggu jika memungkinkan. Mengajari anak untuk tak jajan tentu lebih baik, dibanding orang tua selalu was-was mengkhawatirkan jajanan yang dikonsumsi anak. Lebih baik lagi, jika orang tua bisa mengajari anak untuk menabung uang sisa jajannya dalam celengan.

Prinsip PHBS

Masalah kesehatan yang dihadapi oleh anak usia sekolah dan remaja sangat kompleks dan bervariasi. Pada anak usia TK/RA dan SD/MI biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta membersihkan kuku dan rambut.

Upaya penerapan PHBS di Sekolah

Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Jumlah usia sekolah yang cukup besar yaitu 30 % dari jumlah penduduk Indonesia merupakan masa keemasan untuk menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga anak sekolah berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS, baik dilingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Beberapa kegiatan peserta didik dalam menerapkan PHBS di sekolah antara lain jajan di warung/kantin sekolah karena lebih terjamin kebersihannya; mencuci tangan dengan air bersih dan sabun; menggunakan jamban di sekolah serta menjaga kebersihan jamban; mengikuti kegiatan olah raga dan aktifitas fisik sehingga meningkatkan kebugaran dan kesehatan peserta didik; memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin; tidak merokok, memantau pertumbuhan peserta didik melalui pengukuran BB dan TB; serta membuang sampah pada tempatnya.

Dengan menerapkan  PHBS di sekolah oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah, maka akan membentuk mereka untuk memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sekolah sehat.

  • Penjelasan untuk Anak-anak:
  1. Belajar tentang makanan yang sehat dan bergizi
  2. Minum air bersih yang sudah dimasak
  3. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun
  4. Jajan di kantin yang bersih dan sehat
  5. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan secara teratur
  6. Toilet harus bersih dan sehat.
  7. Membuang sampah pada tempatnya
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan diri seperti:

-          Mandi teratur.

-          Menjaga kebersihan rambut dan kuku.

-          Menggosok gigi yang benar dan teratur.

-          Ikut serta dalam olahraga di sekolah.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s