Family

Family (Keluarga) oleh Choi Bum Young

“Saat tidak dapat mengutarakan ketika merasa sakit, maka bukan keluarga. Bila tidak dapat mengatakan saat sedang bahagia, maka bukan keluarga. Sebuah es krim contong yang manis dan lembut tidaklah cukup untuk menjadi keluarga. Rasa sakit, kebahagiaan, dan cinta, harus dibagi, dan harus dapat menahan segala kesulitan dalam doa. Sampai dapat merasakan segalanya bersama. Begitulah cara untuk menjadi keluarga. Harus dapat mengekspresikan kesedihan, dan bisa menangis bersama untuk menjadi keluarga. Kebahagiaan harus dapat diekspresikan, dan turut berbahagia satu sama lain untuk menjadi keluarga. Harus merasa bagaikan bernaung di bawah selimut yang sama, di manapun berada, untuk menjadi keluarga.”

Iklan

Morning

Morning (Pagi) — oleh Chun Sang Byung

“Pagi selalu tampak membahagiakan. Hari dimulai dan berawal saat ini. Setelah aku membasuh wajahku, lalu mulai rutinitasku, dan membuka sebuah buku. Hari ini mungkin, hari keberuntunganku. Aku berharap mendengar kabar baik di bawah langit yang indah.”

Joke

Joke (Gurauan) — oleh Lee Moon Jae

“Ketika seseorang menatap sesuatu yang cantik, lalu memikirkan seseorang yang diharapkan berada di sisi, maka ia sedang jatuh cinta. Saat ia berhadapan dengan pemandangan yang tenang atau makanan lezat, kemudian seseorang melintas dalam benak, entah ia sangatlah tangguh atau saat kesepian. Untuk membuat lonceng berdenting lebih nyaring, lonceng itu harus mengalami rasa sakit yang lebih.”

Standing Close

Standing Close (Berdiri Dekat) — Oleh Kim Sa In

“Dia membungkuk kembali mengumpulkan koran dan kotak kardus. Celana kerjanya menjadi longgar pada tubuhnya yang semakin kurus. Ketika sebuah mobil lewat, dia lekas berdiri di pinggir. Dengan bagan kecil yang merupakan satu-satunya daging dan darahnya. Berdiri dalam kesendirian. Bagaikan laba-laba di dinding semen yang kotor. Bagaikan ikan pari tua di dasar penampung air. Berdiri bungkuk dan dekat dengan dinding abu-abu. Saat mobil sudah lewat, nenek itu yang bagaikan gulungan kertas perlahan menegakkan kembali tubuhnya. Roda bagan itu mengikuti di belakangnya bagaimana domba-domba muda. Jika aku memikirkan televisi usang yang mungkin menyala di ruangan itu. Bila aku memikirkan bak cuci miring, panci, dan penggorengan dan dirinya yang akan berdiri di depan semua itu. Aku tercekat. Jika aku memikirkan lap yang tergantung di dinding yang mungkin telah diperasnya.”

A Fresh Start

A Fresh Start (Awal Baru) — Oleh Oh Bo Young

“Aku telah menguraikan simpul yang kusut itu. Aku juga membuang tambang yang telah putus. Tanpa ada rasa yang tersisa maupun penyesalan, aku menegakkan posisiku. Aku melepaskan hubungan yang rumit itu. Dengan perasaan damai dan pikiran penuh percaya diri. Aku menghapus hari kemarin dengan harapan esok yang lebih baik”

Pain and Sadness Can Also Become a Path

Pain and Sadness Can Also Become a Path (Luka dan Kesedihan Juga Dapat Menjadi Sebuah Jalan) — Oleh Lee Chul Hwan

“Aku menyadari ini setelah sekian lama merasakan luka. Luka itu dapat menjadi sebuah jalan. Tidak ada kehidupan tanpa tiupan angin. Angin harus bertiup, agar pohon dapat mengakar dalam pada tanah sehingga ia tak akan roboh. Itulah sebabnya mengapa angin mengayunkan pohon. Itulah sebabnya angin mengayunkan kita semua. Luka dapat juga menjadi sebuah jalan. Kesedihan dapat pula menjadi sebuah jalan.”

 

Harga Dirimu Ada Pada Lisanmu

Sengaja atau tidak, sadar atau tidak, lisan kita berpotensial untuk menyakiti orang lain. Terkadang kita terlupa bahwa luka yang tertoreh mungkin akan lama sembuhnya. Terkadang kita tidak sadar bahwa lisan kita dapat menjatuhkan harga diri seseorang serendah-rendahnya. Dengan lisan kita yang sembarangan dan tidak santun pun dapat membuat kita menjadi manusia yang dilabeli perangai buruk oleh orang lain. Lisanmu adalah harga dirimu, selayaknya kamu ingin mempunyai harga diri yang baik maka kamu pun harus menjaga harga diri orang lain dengan baik, dengan mengendalikan lisanmu.

#randomthoughts