Jatuh Cinta Perkara Rumit

Perkara jatuh cinta sepertinya memang hal yang cukup rumit,

Sesaat perasaan itu melambungkan tinggi, kau penuh dengan suka cita dan debaran yang menyengat, meluap-luap.

Namun entah pada menit ke berapa ia menjatuhkan mu ke permukaan, seketika perasaan mu remuk tak beraturan, kau merasakan sedih dengan sangat, hanya kau yang tahu bagaimana pedihnya menahan rindu dan menahan rasa.

Perkara jatuh cinta sepertinya memang hal yang cukup rumit,

Sesuatu menjadi rumit ketika kau tenggelam dalam perasaanmu yang begitu dalam tanpa seorang pun dapat menolong mu kembali ke permukaan, nafas mu tercekat, nafas mu berat, seolah-olah udara yang begitu banyak di permukaan bumi ini tak dapat menuntaskan sesak di dada mu.

Kau ingin rindu mu terbalas, kau ingin rasa mu terbalas, tak bertepuk sebelah tangan.

Apakah ada yang lebih indah dari perasaan cinta yang berbalas?, seakan dunia menjadi berwarna, langit mu bercahaya, dan hati mu merasa hangat setiap saat.

Apakah ada yang lebih indah dari perasaan cinta yang berbalas?, seakan kau tidak butuh apa-apa lagi, seakan cinta telah menjadi obat bagi seluruh rasa duka lara, dan sesaat pun akan jadi abadi bagi mereka yang cintanya berbalas.

Perkara jatuh cinta memang perkara rumit, karena kau tak bisa memaksakan rasa, kau tak bisa berharap rasa mu berbalas, dengan kuantitas dan kualitas yang sama.

Lalu harus bagaimana?

Bangkok, 16 Februari 2020

 

Dalam hidup ini kita tidak bisa mendapatkan semuanya. Ada yang beruntung dalam pendidikan dan pekerjaannya, namun ia tak beruntung dalam kisah cinta dan keluarganya. Jadi yang kita perlu lakukan adalah mengoptimalkan apa yang ada digenggaman saat ini, sambil menunggu hal yang kurang beruntung dalam hidup kita berubah menjadi sedikit lebih baik. ~Atita, 2019

Jumat dan keberkahannya

Jumat selalu punya cerita, bagi mereka yang yakin bahwa Jumat adalah hari yang penuh barokah.
Hidup selalu punya cerita, bagi mereka yang yakin bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian di dunia ini, sebesar apa pun rasa takut kita, sebesar apa pun kekhawatiran kita, jika hati kita sabar dan berserah padaNya, berpulang padaNya, Dia akan memberikan jalan yang tak disangka-sangka.
Selama kita tidak menyakiti, selama kita beritikad baik, selama kita tetap berpegang teguh pada keyakinan kita bahwa kelemahan-kelemahan yang kita miliki ini pasti akan dikuatkan olehNya dengan jalan yang tak disangka-sangka.

Allah, Engkau dekat, sedekat urat nadi ini :’)

Beasiswa

Hari ini bagi beberapa orang merupakan hari yang membahagiakan, karena mereka lolos tahap wawancara LPDP.
Jika ku tarik benang merah dari para penerima beasiswa ini, entah LPDP atau beasiswa lain, aku menemukan efforts mereka yang lebih besar dari yang lain.
Terlepas dari takdir dan keridhoan Illahi, setidaknya kita perlu merasa yakin dulu akan segala usaha kita.
Rasa lelah, putus asa, kekhawatiran yang membuncah sepertinya sudah menjadi sahabat setia para pejuang beasiswa. Rasanya ujian ini seperti kau dihantam berkali-kali dalam waktu yang sama, ini perihal mental.
Konsekuensi ketika kita ingin mendapatkan beasiswa itu berarti kita sudah siap untuk mencapai target kriteria dari sang pemberi beasiswa. Tentunya kriteria tersebut tidak mudah, dan pastinya lower self confidence menjadi salah satu tantangannya.
Kita merasa tidak percaya diri sebelum mencoba. Kita terlalu takut untuk menerima kegagalan. Kita juga sudah melabeli diri kita sendiri, ah mungkin cuma orang-orang yang terpilih saja yang bisa berkuliah lagi dengan gratis.
Saya telah melewati segala krisis percaya diri yang memang sangat tidak mudah untuk sekedar meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Seorang atasan tempat saya bekerja dulu berkata “sekali maju pantang untuk mundur, harus self confidence dong”, dan seorang kenalan lainnya berkata “jika rejeki mu di chula, insyaAllah Allah akan beri jalan agar kamu bisa keluar (lulus) bagaimanapun jalannya, karena dengan seijinNya jua lah kamu bisa berangkat kuliah ke luar negeri”.
Jadi, bagi mereka yang dianggap beruntung bisa mendapatkan beasiswa, ada beberapa hal yang mungkin orang lain belum tahu.

Jangan tanya berapa kali ia gagal, jangan tanya berapa uang yang sudah dikeluarkan untuk beberapa kali test IELTS, jangan tanya berapa kali ia merasa putus asa, jangan tanya berapa lama ia menyusun kata-kata untuk menyelesaikan motivation letternya, dan lainnya.
Teruntuk mereka yang hari ini meraih impiannya, selamat, semesta berkonspirasi untukmu, karena kau bereffort lebih dari yang lain, ia menjelma menjadi takdirmu.