Ruang Kecil di bawah tangga

Tak terasa waktu berlalu, sekarang sudah tahun ke-3 ku menjadi mahasiswa di Kampus Pak Ahmad Dahlan.

Selama 3 tahun ini, banyak suka duka yang telah dilewati, banyak kisah yang tak dapat di deskripsikan satu-persatu, ada saat dimana persahabatan hanya datang dan pergi begitu saja, hingga kini menemukan saudara-saudara baru, yang setiap kita bertemu kan saling mengucapkan salam, kita saling mengingatkan satu sama lain, duduk tenang mendengarkan majelis-majelis ilmu, mengenang masa-masa hijrah, ada saat dimana kampus menugasiku menjadi relawan dan mengajar anak-anak, ada saat dimana punya pembimbing PKM yang begitu penyabar memahami segala aktifitasku, ada saat dimana melewati proses panjang seleksi Mawapres universitas hingga dengan penuh haru dan tak disangka-sangka bisa memberikan sebuah piala juara 3 Mawapres UAD bagi fakultas tercinta, ada saat dimana hari-hari penuh tekanan hingga menangis saat menghadapi perpolitikan kampus, mulai dari difitnah hingga ditinggalkan, dan yang paling mengesankan adalah ruang kecil di bawah tangga FKM dengan papan nama diatasnya bertuliskan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, ya semua berawal dari sana.. ruang kecil dibawah tangga.. sungguh banyak keajaiban-keajaiban terjadi di rumah kecil yang membesarkan tiap-tiap insan yang tinggal di dalamnya.

Apa yang berkesan di hatimu saat menjadi pengurus BEM FKM sahabatku?

Sejenak, mari kita membuka lembaran-lembaran kenangan kita saat berjuang bersama..

Ingatkah ketika kita pertama kalinya dipertemukan di kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan bulan Januari tahun 2008.. saat itu kita masih polos-polosnya dan belum tau bahwa ke depan perjuangan kita akan lebih berat, saat itu ada materi tentang manajemen aksi, dan dalam hatiku berkata dengan nada malas “iiiiiiiih..ngapain sih aksi….” Dan kini pun Alhamdulillah pernah merasakan yang namanya aksi. :p

Teringat saat perayaan Milad FKM ke-6, saya kebagian job jadi PJ buat ngurus donor darah, masyaAllah cuma dikasih 50 rb sama ketua Panitia,, sempat protes, dan dengan gampangnya pak ketua BEM FKM 07/08 itu bilang “bisa lah..”.. saat itu bener-bener ga ada orang yang ngebantuin, pada sibuk urusan kegiatannya masing-masing,, jadilah itu kegiatan pertama yang membuat saya harus menjadi single fighter,, sampai sehari sebelum pelaksanaan pak Ketua Bem yang kadang menyebalkan itu menanyakan kesiapan kegiatanku, dan saat itu harus mindahin meja-meja berat dari lantai atas.. hari itu, hari minggu, tiba-tiba ketua Bem dan wakilnya datang membantuku ngangkat-ngangkat meja, Ya Allah mereka pasti capek, itu seharusnya tugasku dan Koor Dinas Sospol, itu saat pertama kalinya Bem membuatku menangis… hehehe selanjutnya akan lebih banyak lagi aktifitas menangis… saat memasuki tahun ke-2 di Bem.. super mellow.

Teringat saat Ramadhan tahun 2008, kita berbuka puasa bersama anak-anak panti asuhan di Kids Fun, sebelumnya kita jadi guide anak-anak itu buat main sepuasnya di Kids Fun, sangat menyenangkan, main bom bom car dan adu balapan bom-bom car bareng adin dan ka wawan,, 3 ronde berturut2 akulah pemenangnya… yeee I’m the winner J,,, adin, yuk kapan-kapan kita balapan lagi ^_^, sungguh indah Ramadhan berbagi keceriaan dengan saudara-saudara kita…

Teringat saat kita jadi panitia seminar nasional fkm saat milad UAD tahun 2008, pagi-pagi belum sarapan, dan siangnya makanannya sudah habis… ^_^,, tapi Allah sungguh baik, tiba-tiba bu dekan datang dan bertanya “Lafi sudah makan nak??”.. Saya dan teman2 belum bu, kehabisan… “ayo, ajak temen-temennya juga makan bareng kami”..what a surprise!!… bravo, bravo, bravo… akhirnya wajah teman-temanku kembali ceria.. Alhamdulillah..

Teringat saat suksesi Desember 2008, dan menjadi calon tunggal, finally menjadi gubernur yang dikorban-korbanin,, so sad.. yaa gubernur yang kontroversial, mulai dari sms-sms dan banyak omongan miring dari senior-senior.. semester 3 bisa apa??.. anak kecil!!.. ngerti apa tentang kepemimpinan??..ngerti apa tentang organisasi??.. masa gubernur kayak gitu gayanya.. MasyaAllah, ya ya ini ujian pertama.. memang mungkin banyak yang menyangsikan, lho ko bisa seorang Lafi jadi gubernur? girly, atribut pink, suaranya aja kayak anak kecil, hyaa saya jadi artis di FKM di awal2 periode terutama di kalangan senior,, don’t judge a book by its cover.. Alhamdulillah berkat kritikan2 aku jadi semakin giat belajar apa pun.. makasih buat mbak2 dan mas2 yang udah banyak ngeritik ane..

Teringat saat perayaan Milad ke-7 FKM hingga kunjungan industri.. dan pengurus yang hilang satu-persatu, Alhamdulillah, saat krisis

percaya diri sbg pemimpin masih ada sahabat-sahabat ku yang senantiasa mengiringi perjuangan sampai akhir periode.. dita, shinta, zly, dwi, devi.. terimakasih karena kalian ada..

Teringat saat itu bulan Juli, pertama kalinya aku punya kesempatan untuk menegur almarhumah ukhti memi, memperkenalkan diriku, karena beliau merupakan perempuan tangguh di BEM FKM pada masanya, dia gubernur tahun 2005.. senyumnya manis, dan terakhir bertemu dengannya saat itu hari Sabtu kalo ga salah, saat pendadarannya di FAI Kampus I, dan kemudian sorenya kami janjian di masjid Kampus 3, bercerita banyak hal, dia menghadiahi ku buku karya Anis Matta, dia bercerita tentang tarbiyah, muhammadiyah, kerasnya politik di kampus, dan dia menyemangatiku berkali2 karena dia tau adiknya ini gampang nangis, “tutup mata, tutup telinga dan terus berjalan dan bergerak semata-mata karena Allah”, dia berkata jangan menggantungkan harapan kepada mahluk, dia berkata agar ku mengupgrade diri tiap hari, dia mengajak ku ke darush shalihat, dan malam itu, ukhti yang manis memakai jilbab warna pink, di masjid Kampus 3 sembari menunggu ku selesai sholat maghrib, sebelum kami pulang, dia berpesan agar mencukupkan periodeku sampai akhir desember 2009 saja, karena secara psikologis beliau memahami aku sudah sangat tertekan dengan kondisi politik kampus, beliau berpesan agar setelah lepas jabatan di BEM FKM , agar ku mengisi hari-hari ku di ISMKMI saja, karya tulis, dan membina adik-adik. Setelah itu, beliau pulang ke tempat tinggalnya di Serang, Banten. Berjelang 3 minggu, malam itu aku mendapat sms bahwa kakak ku itu sedang dalam kondisi kritis karena kecelakaan, Innalillahi wa Innailaihi rojiun, esoknya seharian aku menangis karena kakak ku yang manis itu telah wafat.. ya Allah baru saja aku akrab dengannya, esoknya aku takziyah ke tempat tinggal beliau di Serang, Banten. Saat itu, aku sms mas Heri-Undip, dan Mas Dedi, mas Dedi pun datang untuk takziyah,, saat itu beliau menangis di makam kakakku tersayang.. sebelum pulang ke yogya, ibunda ukhti memi memberikanku sebuah diary tentang perjalanan kakakku itu saat menjadi gubernur BEM… semoga Allah mempertemukan kita kembali di surga-Nya…

Teringat ketika meniatkan untuk menjalankan amanah ukhti ku tersayang, pertama kalinya gabung di ISMKMI, bulan agustus 2009, dengan ongkos yang pas2an dan terpaksa naik kereta ekonomi ke Jakarta and nyaris ketinggalan kereta dalam hitungan detik, menghadiri Rakernas ISMKMI, kagum karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat, dan sejak saat itu aku merasa tidak sendirian lagi, di kampus sendiri dikira pemikiran2 ku aneh, karena cuma aku sendiri yang mikir, dan ternyata diluar, sahabat2ku di ISMKMI mempunyai idealisme yang sama dan pemikiran-pemikiran yang hampir sama dengan ku…

Teringat ketika menjadi tuan rumah Konpimwil, dengan panitia yang cuma 4 orang perempuan.. ane, dita, shinta, n devi.. Alhamdulillah bisa melewatinya dengan baik, Alhamdulillah karena UAD berada di wilayah 3, dan Alhamdulillah karena wilayah 3 begitu pengertian, begitu kompak, dan care satu sama lain..

Teringat ketika impian BEM tahun 2008 terwujud di kepengurusanku, kami bisa membeli hewan kurban dengan uang tabungan di Kas Bem, Alhamdulillah bisa berbagi dengan masyarakat..

Teringat ketika berangkat Munas Palembang dengan dana yang lagi2 pas2an, dari yogya ke Jakarta naik kereta, dan ga sanggup secara fisik melanjutkan naik bis akhirnya naik pesawat ke Palembang, dan kondisi disana pun cukup memprihatinkan, yang cukup tragis ketika pulang pesawat di delay 4 jam, nyampe di Soekarno-Hatta jam 9 malam, dan ga ada damri lagi ke gambir, karena juga ga mau lihat wajah mama ku yang sedih melihat kondisi anaknya, jadi malam itu memutuskan untuk tidak pulang ke rumah, dan tidur di emperan masjid Bandara sampai pagi hari dan cuma beralaskan almamater tercinta, malam itu bisa merasakan sulitnya hidup, alhamdulillah selama ini punya kasur untuk tidur, bagaimana dg saudara2ku yang hidup di jalanan?? Paginya jam 5.30 melanjutkan perjalanan ke stasiun jatinegara, langsung beli tiket disana dan kembali ke Yogyakarta, di tengah perjalanan dapet sms dari mama ku tersayang “ananda gmn kabarnya? Sudah sampai yogya belum? Perasaan ga enak ni?” ya Allah emang firasat ibu ga pernah meleset, tapi ku bilang kalo kondisiku baik2 aja, kalo ku ceritakan kondisiku dan aku yang sedang sakit pasti beliau sedih, ga mau buat mama ku sedih dan nangis.. dan finally, jadi aku yang nangis di kereta, maaf ma ananda udah berbohong..

Teringat saat suksesi BEM FKM, seperti biasa paling lelah kalo udah ngomongin politik kampus muhammadiyah, ya Allah dimana letak kemanusiaan, ketika kaum laki-laki bisanya cuma menindas perempuan, akhirnya aku mengalah dan tidak jadi mencalonkan diri walau itu membuat semua pengurus ku yang masih “setia” kecewa berat, tiba saatnya perhitungan suara, Allahu akbar, hanya terpaut 13 suara, Allah masih percaya kepada kita teman-teman, untuk melanjutkan perjuangan di BEM dan juga ISMKMI.. sore itu pun kami saling berpelukan, dan tak tahan menahan tangis, sungguh Nikmat-Mu begitu indah ya Rabb, doa kaum yang terdzholimi di dengar-Nya… dan ruang kecil dibawah tangga pun punya pemimpin yang baru, namanya Eirene Shinta Valevi ^_^

Seperti janjiku sebelum shinta mendaftar pencalonan, sampai setahun kedepan, jika dia terpilih, ku kan membantunya dari belakang, insyaAllah..

Teringat saat itu bulan Maret 2010, shinta mengajakku untuk mendampinginya di Muswil 3 ISMKMI, di Bali, kami berangkat naik bis, kondisi ku kurang sehat saat itu karena kelelahan pasca workcamp di semarang 2 minggu dan jeda sehari langsung ke Bali.. akhirnya berbicara pun tak berdaya, hanya merasa senang melihat wajah-wajah sahabatku di wilayah 3, selama di forum nyaris tak berbicara apa pun, karena memang fisik tidak bisa diajak kompromi, tiba saat pemilihan calon Korwil 3 ISMKMI, dan ada suara yang mencalonkan ku.. unbelievable T.T.. calonnya saat itu mas arifi-Unair, aku, n Rara-Unsoed, sudah memprediksikan dan pasti akan terpilih adalah mas arifi, dan Alhamdulillah benar adanya… dan entah idenya siapa ada posisi baru di wilayah 3 yaitu wakil korwil.. dan amanah itu dipercayakan kepadaku… T.T,, pulang ke Yogya dengan amanah baru di pundak ini..

Teringat saat Rapimsus di Undip, sehari sebelum kegiatan sudah sampai, dan malamnya Ian-Unair ngajakin ke lawang sewu… what?? Ide gila, malem2 ke lawang sewu… akhirnya karena melihat wajah Ian yang bête karena keinginannya tidak dipenuhi temen2… akhirnya walau berat, kita serombongan 18 orang malam itu jam 9 pergi ke lawang sewu… (ga lagi2 ke tempat itu) T.T. Esok paginya melihat wajah adik-adik ku dr BEM FKM UAD yang panik dan kebingungan.. maklum masih semester 2, tenang dek, aku akan membantu kalian mengenal ISMKMI, adik-adik ku sayang..

Teringat saat ketika ketinggalan kereta gumarang jurusan Jakarta-Surabaya.. pengen banget nangis saat itu, tapi ya ada adik ku dari unair “dek tanti” yang nangis n harus disemangatin.. dan terpaksa adegan menangis pun ditahan-tahan… huffffht…

Teringat saat menggantikan Korwil 3, pergi ke Kaltim, dan jadi bolang berdua bareng Angyun-UI-Korwil 2,, dari nyampe sampai hari terakhir… Nyamuk2 mencintaiku,, mulai dari alergi cuaca dan gigitan nyamuk kulitku jadi bermasalah sampai berminggu2 pulang dari Kaltim, di Kaltim disambut dengan baik, dan mengingatkan ku sama masakan mama, masakan banjar.. dan pergi ke museum Mulawarman, subhanallah ga menyangka, aku bisa melihat yupa dkk, dan prasasti2… hal-hal yang ku sukai di buku sejarah saat SMP dulu, dan Allah mengizinkanku melihat bentuk aslinya.. Subhanallah..

Teringat saat membantu teman-teman Bem mengurus pertemuan nasional ISMKMI, sungguh bangga rasanya melihat teman-teman bekerja dengan luar biasa, dan adik-adik ku yang penuh semangat.. kalian berhasil mengalahkan rasa takut dan keraguan, lihat.. kalian bias melakukannya dengan baik teman-teman… dan lihat keajaibannya,, subhanallah.. dari perhitungannya defisit ternyata tidak jadi defisit.. fa biayyi ala irobbikuma tukadziban…

Sahabatku,

Banyak sekali bukan jika diceritakan satu-persatu, kenangan-kenangan itu tetap membekas sampai kapan pun.. dan hanya akan kita temukan awalnya dari ruang kecil dibawah tangga.. ruang kecil yang membuat kita saling mengenal satu sama lain.. ruang kecil yang membuat kita menjadi teman, dan bahkan lebih indah dari itu, kita menjadi saudara..

Dan sahabatku, mau tau apa yang paling indah dari semua itu.. yaitu ketika saling percaya.. ya cukup percaya.. dan mempercayakan apa pun kepada sesama saudara kita.. saya yakin.. orang-orang yang besar di Bem FKM dan melewati proses di dalamnya akan mengerti betul apa yang dinamakan dengan percaya, menghargai, peduli, dan pandai menempatkan diri pada amanah yang telah diberikan kepadanya dan memanfaatkan amanah tersebut sebagai ladang ibadah kita bukan untuk kepentingan kita pribadi, ingat sahabatku hanya karena Allah saja..

Kadang tanpa kita sadari dan benar-benar tanpa kita sadari, ada tatapan, pandangan mata kita yang menusuk dan melukai hati saudara kita… bahkan prasangka hingga curiga kita terhadap saudara kita… sudah seberapa jauh kita mengenal saudara kita?.. begitulah yang terjadi di Bem dari perode ke periode… hanya satu alasan mengapa komitmen itu kian meluntur dan bahkan menjadi apatis terhadap amanah dan Bem itu sendiri.. ya degradasi ke”percaya”an.. tidak adanya percaya, mencurigai, dan bahkan membicarakan di belakang… Masya Allah tegakah kita, bahkan entah tanpa kita sadari kita telah menyakiti saudara kita, dia yang pernah menenteskan keringat bersama kita saat menjalankan proker-proker, dia yang mungkin di dalam hatinya ada cinta dan sayang pada kita, ya kita tidak pernah tahu bahwa di dalam hati saudara-saudara kita sungguh menyayangi kita sebagai saudara seperjuangan.. tegakah kita?

Lepas dari itu semua, saya punya impian di tahun ketiga ini, sebelum saya meninggalkan kampus ini tahun depan, insyaAllah… mau kah kau wahai saudaraku membantuku mewujudkan impian itu??

Saya ingin setelah meninggalkan kampus ini saya bisa tetap mendengar kabar dari kejauhan bahwa BEM FKM UAD masih tetap ada memberikan kontribusinya baik internal maupun eksternal.. itu saja..

Lantas siapakah yang akan meneruskan??

Ya, kalian adik-adik ku.. kalian lah generasi harapan itu…

Wajah-wajah yang ku rindukan kehadirannya di ruang kecil di bawah tangga, sejak tahun pertamaku di Bem.. wajah-wajah yang kini ku kenal dan memanggilku “mba” atau “ka”.. kalianlah yang menjadi alasan kenapa tulisan ini ada.. entah sejak kapan diri ini mulai menyayangi kalian,, ya seperti itulah Bem, bahkan kita tidak sadar sejak kapan hati ini terpaut padanya, bahkan menjadikan semua penghuninya sebagai bagian dari diri kita, indah..

Setelah ini, kita masih punya waktu untuk berbenah,bukan??

Mari saling berangkulan, membenahi kembali niat-niat, serta motivasi dan semangat dalam menjalankan amanah, saling membisikkan cinta dan sayang pada sesama saudara kita di ruang kecil bawah tangga, walau tak terdengar sekali pun, karena cinta dan sayang itu tidak bersyarat..

Mari lihat ke dalam hati masing-masing.. apa yang dulu diikrarkan saat memasuki ruang kecil bawah tangga untuk yang pertama kalinya…

Sahabat,

Bem membutuhkan orang-orang seperti kalian… kalianlah orang-orang pilihan.. amanah hanya akan menyapa orang pilihan.. saat ini lelah dan gundah menyapa tak mengapa,, itulah bentuk pengabdian.. itulah kesetiaan.. itulah harapan.. tersenyumlah, dan bersyukurlah, karena Allah telah memberikan kesempatan kepada masing-masing diri kita, pernah mengenal ruang kecil bawah tangga, dan tanyakan pelan-pelan pada hatimu.. pernahkah ia merasa rindu kehangatan dan kebersamaan di ruang kecil di bawah tangga, hingga merasa resah dan gelisah bila ada yang tidak beres.. Subhanallah..

Buka kita buka hari yang baru, sebarkan semangat langkah kedepan, jadi pribadi baru..

Buka kita buka jalan yang baru, tebarkan senyum wajah gembira, dalam suasana baru..

Dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu, esok mentari kan datang bawa sejuta harapan, kita jumpa disana berbagi bersama, dan kita kan tahu BEM FKM UAD yang satukan kita…

Bukalah bukalah semangat baru, bukalah bukalah semangat baru, bukalah semangat baru… (ello’s song-ed. Lafi).

2 comments

  1. Subhanallah setelah membaca sepenggal pengalaman hidup dari kakak Lafi Munira. Saya merasa malu kepada diri sendiri yang terlalu idealis sehingga sempat keluar dari BEM FT UGM karena beratnya tekanan baik di BEM maupun bangku perkuliahan. Saya kecewa kepada diri saya karena salah dalam bersikap dengan lari dari tekanan tersebut. 1 tahun saya di Bem terasa sia2 belaka. Tidak banyak yang saya dapatkan karena piciknya pemikiran yang saya miliki.
    Setelah membaca tulisan kakak, saya merasa mendapatkan pukulan yang sangat telak dan telah menyadarkan saya betapa berharganya waktu, sahabat yang kita dapat dan juga pengalaman hidup yang beragam. Semua itu bisa diperoleh bahkan dari hal2 kecil yang kakak asosiasikan dengan ruang kecil bawah tangga.

    Sekarang Saya mulai mengerti mengapa Eirene Shinta begitu sayang akan waktu yang dia miliki. Walaupun vertigo berusaha menghalangi langkahnya namun semangatnya tak pernah padam #claps#

    Terima kasih kakak… Semoga kita selalu dalam iman dan ridho-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s