menatap wajah-wajah kita yang berdebu

Wajah kita hati kita. Hati kita wajah kita. Apa yg tersembunyi di dlm hati punya auranya di kepribadian kita. Sebaliknya gelap terang hati kita dipengaruhi oleh apa ya kita lakukan, kita rasakan, kita niatkan, kita teguhkan di dlm hati akan memancar dalam perilaku kita. Begitu juga sebaliknya apa yg kita jalani, kita pilih, kita kerjakan akan meresap pengaruhnya di dlm hati kita dan memberinya warna. Kita memang makhluk yg utuh secara anatomi penciptaan. Dan itu salah 1 kemulian yg ALLAH berikan.
Al-Quran menjelaskan korelasi antara suasana hati dng gambaran muka kita. Seperti kita mengisahkan kebiasaan buruk orang” Jahiliyah yg tidak suka mendapati anaknya lahir perempuan. Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dng kelahiran anak perempuan, merah dan padamlah muka dia, dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebabkan buruknya berita yg disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dng menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya hidup” ke dlm tanah.? Ketahuilah alangkah buruknya apa yg mereka tetapkan.
Tetapi wajah” kita tidak semata muka kita tapi juga segala yg tampak lahir dari tingkah laku kita, moralitas kita, sikap kita, karakter kita bahkan kasar atau halusnya perkatan kita. Wajah kita adalah kumpulan dari semua itu.
Bahwa hidup selalu berdebu, itulah kenyataan kita sebagai manusia. Tetapi kita secara tidak sadar menciptakan musim” dimana debu begitu pekat, banyak, dan penuh. Bermula dari hilangnya kendali diri kita atas kita sendiri. Lalu kita tidak begitu sadar, bahwa tiba” diri kita, wajah kepribadian kita, sebenarnya tlah begitu berdebu bahkan berubah gelap.
Wajah kita secara spiritual kita gadaikan kepada debu” dosa inilah masalah mendasar yg panjang akibatnya. Hatipun mjd buruk Jiwapun mjd senantiasa kotor. Di dlm hati ada rasa asing tidak bisa hilang kecuali dng mendekatkan diri dng ALLAH. Di dlm hati ada sedih tidak bisa lepas kecuali dng bahagia mengenal ALLAH. Di dlm hati ada gelisah tidak ada yg menenangkannya kecuali bersama ALLAH. Di dlm hati ada api yg menyala tidak bisa dipadamkan kecuali dng ridha atas Ketetapan-Nya. Di dlm hati ada permintaan kuat tidak akan berhenti sampai hati itu yg nanti diminta oleh ALLAH. Di dlm hati ada lubang tidak ada yg bisa menutupinya kecuali cinta kepada ALLAH.
Sejenak kita berhenti untuk melihat kembali perjalanan ini lalu menatap lekat” wajah” kita yg berdebu itu. Agar kita bisa mengenali debu” yg mengotori wajah kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s