Sampai Kapanpun, Kita Harus Rindu pada Tanah Itu

Sampai kapanpun, kita harus rindu pada tanah itu
Rindu kita pada tanah itu, rindu kita pada sosok Ibrahim dan keluarganya
Rindu baitullah, rindu Rasulullah
Rindu kita pada tanah itu, tak akan pernah sia-sia

*** 

Maka pada hati yang tertambat, pada rindu tanpa batas waktu, kita mohon pada Dia Yang menumbuhkan rasa ingin menuju di hati kita: Agar bagi kita yang belum pernah pergi ke tanah mulia itu, ada rindu yang terus kita pacu, agar suatu waktu nanti kita bisa menapakkan kaki disana, mengangkat tangan dalam doa panjang disana, menempel kening dalam sujud-sujud yang utuh di tanah itu. Kemudian setelahnya, pada jiwa yang telah merasakan getarnya di tanah suci itu, Allah izinkan untuk datang kembali. Kembali lagi. Dan lagi.

Amin. 

***

“Tak ada seorang Muslim pun kecuali ia rindu
melihat ka’bah dan melakukan tawaf.
Manusia menuju kesana, dari segala arah
dan seluruh penjuru bumi.”
(Imaduddin Isma’il bin ‘Umar bin Katsir rahimahullah)

*apresiasi pada Tarbawi edisi 262 Th.13 Dzulhijjah 1432, 17 Nov 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s