2.45.

apa kau sedang tertidur saat ini?, atau sedang sujud dalam shalat malam mu? aku baru saja selesai menonton rooftop prince, “selama ini aku selalu mencintaimu, aku selalu menyukaimu, entah dalam hidup ataupun mati seratus hingga tiga ratus tahun pun aku akan selalu mencintaimu”, aku juga pernah mengatakan bahwa aku menunggumu, apa kau akan datang?.

dan beberapa menit yang lalu aku chat dengan seorang teman yang tidak ingin menunjukkan ekspresi khawatirnya saat orang yang dia sukai sedang sakit, kau ingat dulu, suatu hari di jakarta, kau mengirimkan pesan singkat kepadaku, kau bilang kau sedang demam, dan saat itu entah kenapa aku menjadi khawatir, dan meminta panitia untuk mencarikanmu obat, setelah mendapatkan obatnya, aku mencari-carimu di lantai 2, mengetuk setiap kamar, namun tak ada sahutan, menelfonmu berkali-kali namun kau tak mengangkat, apa kau tahu aku sangat khawatir saat itu, mengesalkan sekali karena kau berhasil membuatku seperti itu, dan seperti biasa pada akhirnya aku akan terlihat bodoh..

aku selalu memperhatikan hal detail dari dirimu, yang bahkan pasti kau tidak mengingatnya sedikit pun, kau mempunyai ingatan yang buruk bukan?, siang itu saat kita aksi bersama, aku juga mengkhawatirkanmu, apa kau lelah?, apa kau haus, dan aku hanya bisa mencemaskanmu dari kejauhan saat kau menjadi korlap yang mempesona, apa kau ingat beberapa gelas air minum yang diberikan seseorang kepadamu?, aku menitipkan itu kepada mereka agar kau bisa minum, kau pasti lelah sepanjang siang itu berorasi berkali-kali, tapi lagi-lagi aku hanya bisa mencemaskanmu dari kejauhan.

lalu siang itu di makassar, ketika pesawatmu delay dan aku menitipkan makan sianhmu dengan lelaki yang ternyata selama bertahun-tahun menyimpan cintanya untukku tanpa ku sadari, saat aku mengetahuinya aku merasa telah berbuat kejam, namun yang ku fikirkan saat itu hanya, aku ingin kau tidak lapar, dan mendapatkan makan siang, dan lalu aku juga memilihkan kaos untukmu, aku mengira-ngira bagaimana ukurannya, dan aku senang mengetahui baju itu pas di tubuhmu, lalu gantungan kunci, kotak kue, minuman dan aku merasa aku benar-benar gila pernah melakukan hal seperti itu, kau tahu, bagi sebagian laki-laki yang menyukaiku biasanya mereka akan menyebutku sebagai wanita yang tidak berperasaan, aku selalu menyia-nyiakan perasaan mereka dan tak memberikan harapan, aku ketakutan dan merasa tidak nyaman bila ada yang memperhatikanku secara berlebihan, namun denganmu justru kebalikannya, aku merasa aku sedang di hukum Tuhan, karena aku beberpa kali menyia-nyiakan mereka yang menyukaiku, tidak memberi celah sedikit pun, aku merasa mencintaimu membuat hidupku berubah menjadi dramatis.

apa kau masih bisa tersenyum padaku? bercakap atau sekedar menyapaku? —

aku tidak tahu apa aku masih bisa mencintai orang lain setelah ini, maaf, aku masih menantikanmu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s