Bila Takut Kehilangan, Jangan Lampaui Kewajaran [Tarbawi edisi Mei 2012]

Kehilangan tak akan luput dari kehidupan kita. Sebab tak sesuatu pun yang kita miliki di dunia ini bersifat kekal. Semua hanya sementara, sesaat. Termasuk diri kita sendiri. Semua ada masanya untuk pergi..

Namun kehilangan tidak boleh diikuti rasa takut yang berlebihan. Rasa khawatir tidak patut yang melampaui kewajaran. Karena ketakutan-ketakutan kita yang melampaui kewajaran akan menciptakan keruh dalam kehidupan…

Kita boleh takut, tapi tidak boleh melampaui kewajaran. Karena ketakutan-ketakutan kita belum tentu segera terwujud, atau mungkin tidak terwujud. Saat ini, ketika ketakutan muncul dari dalam diri akan kehilangan sesuatu, bukankah itu hanya sebuah perasaan, prasangka atau mungkin sekedar halusinasi

Sebagian besar kekhawatiran dan ketakutan akan sebuah kehilangan/kesulitan di masa yang akan datang, belum tentu terwujud. Namun seringkali rasa takut dalam benak dan pikiran kita jauh lebih banyak dibanding dengan kenyataan yang terjadi di dalam hidup ini.Maka seorang bijak berkata : ” Aku katakan kepada hatiku, ketika ia diserang oleh kekhawatiran, berbahagialah, karena sebagian rasa takut itu bohong”

Mungkin kita memang takut kehilangan. Tapi hidup bukan hanya kehilangan, karena waktu yang terus berputar selalu membawakan kita sesuatu yang baru sebagai ganti yang hilang, untuk menghibur kita, bahkan untuk memberi kita sisi senang yang kita perlukan. Tak ada tangis yang abadi, seperti juga tak ada senyum yang kekal. Semua punya waktunya, semua punya gilirannya

Ada yang harus kita nikmati dari hidup. Sebagaimana yang harus kita syukuri. Tapi tentu kita tidak dapat melakukannya sementara pikiran kita terus dihantui oleh rasa takut akan sebuah kehilangan, baik yang terjadi di masa lalu, atau yang ada sekarang, atau mungkin yang akan datang dan belum tentu terjadi.

Rasa takut adalah bagian dari fitrah penciptaan kita. Namun jika rasa takut itu melampaui kewajaran, tentu akan menciptakan masalah dalam kehidupan kita, Kita harus mengelolanya dengan baik.

Nikmati yang Masih Tersisa

Kalaupun yang kita khawatirkan benar-benar hilang, kita tentu tak perlu merasa takut, apalagi menyesali dan meratapi terlalu lama, karena Alloh selalu memberikan gantinya. Atau paling tidak, mungkin Dia tetap menyisakan sebagian besarnya dari yang Dia cabut, sehingga kita yang kita memiliki masih sangat layak membuat kita banyak mengucap syukur. Penting kita sadari bahwa sesuatu itu terkadang tidak mesti diukut dari banyak atau tidaknya, tetapi bagaimana kita memaksimalkannya untuk meraih manfaat yang lebih banyak

Kehilangan tidak pernah membuat orang beriman lupa diri dan kesadaran, karena mereka selalu melihat bahwa yang tersisa masih lebih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s