The Real Me: MelanKoleris + a Little bite Plegmatis [Melankolis Koleris dengan sedikit sisi Plegmatis]

Saya sering menyebut diri saya sendiri menyebalkan, entah apa yang orang lain fikirkan tentang saya, mungkin mereka juga berfikir saya ini menyebalkan.

Saya adalah seorang introvert seperti yang sudah saya ceritakan di postingan beberapa pekan yang lalu, beberapa saat yang lalu ada yang mengatakan saya tidak bisa membedakan timur dan barat, ini lebih tepatnya mengenai kultur timur dan barat, saya sangat memahami kedua kultur tersebut dengan baik, barat yang aktif penuh semangat dan timur yang punya mindset selalu tertinggal sehingga menjadi manja, sehingga benar-benar tertinggal karena tak mau berubah, ya berubah!, saya dingin, dan saya tidak suka melihat orang yang pasrah dengan nasibnya, selagi seseorang masih hidup, maka dia harus berusaha dengan kakinya sendiri, memperjuangkan hidupnya sendiri, bukan mengharap bantuan orang lain terus-menerus, saya tidak suka melihat orang lain meratapi nasibnya. Menyebalkan bukan?, bagi yang belum mengenal saya akan langsung berfikir ini menyebalkan. Kemudian ada yang bilang saya selalu ingin sempurna, mungkin benar. Lalu ada yang bilang saya selalu ingin menjadi benar, ya karena saya fikir saya benar. Yang jelas saya kesulitan mendeskripsikan perasaan saya, betapapun saya peduli, saya sulit untuk berkata “saya peduli”, saya lebih senang menuangkan apa yang saya rasakan melalui tindakan, jika saya peduli, maka saya harus berbuat sesuatu. Saya memahami keempat karakter Koleris, Sanguinis, Melankolis, dan Plegmatis dengan baik, dan saya langsung bisa mengetahui karakter seseorang sejak pertama kali bertemu dengan orang tersebut siapapun, saya berusaha mentolerir kelemahan-kelemahan beberapa karakter seperti Sanguinis yang pelupa dan tidak peka atau Plegmatis yang lamban, namun ada suatu masa dimana saya menjadi gerah dan menjadi marah ketika apa yang sudah saya rencanakan menjadi berantakan ketika saya harus bekerja bersama mereka, karenanya sejak dulu saya senang mengerjakan apa-apa sendiri, lebih cepat, dan sesuai dengan harapan saya, namun 3 tahun terakhir saya belajar untuk berbagi pekerjaan, walau selama ini ujung-ujungnya tetap saya sendiri yang mengerjakan, saya ingin membuat orang-orang disekitar saya menjadi lebih tangguh, dengan cara saya, yang mungkin menurut mereka menyebalkan, contohnya ibu saya, ibu saya tipikal Melankolis Plegmatis, beliau sering khawatiran, sering berfikir bagaimana jika begini bagaimana jika begitu, dan sering menjadi pusing sendiri dengan kekhawatiran-kekhawatirannya, dan saya sering meyakinkan ibu saya dengan pemikiran rasional bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan kini beliau mulai terbiasa berfikiran positif, begitu pula dengan orang lain di sekitar saya, saya ingin membuat mereka menjadi baik dan benar sebenarnya, namun saya akui, saya kesulitan menggunakan pendekatan yang lembut, beda halnya ketika saya hidup bersama orang-orang yang saya sayangi, saya mendadak menjadi lembut dan friendly, saya pernah membaca suatu artikel bahwa tipikal melankolis dapat mendadak menjadi extrovert bila hidup bersama orang-orang yang dicintai, ya, itu adalah masa dimana saya setahun bersama seseorang yang saya cintai, dan bercengkrama bersama keluarga kecil yang hangat sepanjang jawa tengah sampai ntt. ya hanya setahun saja, dan saya memperkirakan hal yang sama akan terjadi lagi setelah saya menikah nanti insyaAllah menjadi melankoli yang ceria ^___^.

Saya membayangkan ada yang benar-benar memahami betapa rumitnya karakter saya, ya saya merasa karakter saya rumit, perpaduan antara Melankolis dan Koleris serta Plegmatis dalam menjalani hidup, saya benar-benar Plegmatis ketika menjalani hidup, saya menikmati apa pun dalam hidup saya, sekalipun itu pahit, ataupun cinta yang tragis, walau saya seketika menjadi sakit ketika terpukul, mungkin efek melankoli sehingga mengalami kesedihan mendalam, namun hidup saya tetap berjalan, dan saya tidak ingin merugikan orang lain dengan melibatkan mereka kedalam kesedihan yang saya alami, karena saya selalu bilang kepada mereka yang kehidupannya menjadi berantakan karena persoalan cinta, atau pekerjaannya menjadi berantakan karena persoalan cinta, “Hidup ya Hidup, Cinta ya Cinta, Kerja ya Kerja, Cinta ya Cinta”, karena saya percaya apapun yang terjadi dalam hidup kita semuanya telah dituliskan di Lauhul Mahfudz, sekalipun pahit tetap harus disyukuri, sekalipun sakit tetap harus dinikmati, dengan sabar dan hidup harus tetap berjalan walau luka karena cinta mengikutinya, hidup harus tetap bermanfaat walau sakit mendera, sederhana saja, ya saya Plegmatis dalam menjalani hidup. Namun ada bagian unik, ketika saya memasak, sepertinya ketiga karakter saya berjalan beriringan, saya melankoli dalam mengatur budget belanja-memilih peralatan memasak-menyiasati belanjaan ya melankoli, saya koleris dalam pengerjaannya- saya tidak suka ribet- ingin cepat- dan menggunakan peralatan elektronik dalam memasak- misal: blender untuk menghaluskan bumbu ^___^, saya juga plegmatis seketika, setelah semua bahan lengkap, penyakit malas saya kambuh, dan saya harus menunggu-nunggu momen yang tepat sampai mood saya membaik dan lalu baru mulai memasak -____-

#FYI ada satu orang teman yang benar-benar memahami bahwa karakter saya rumit, dan dia benar-benar menjabarkan hampir mendekati seperti apa karakter saya yang sebenarnya, ya walaupun di beberapa bagian kurang sesuai :p ya, saya sering merasa dia jodoh saya, jodoh bagi saya artinya luas, jodoh bisa seseorang yang ditakdirkan untuk menemukan siapa dirimu yang sebenarnya, jodoh juga bisa berarti tempat yang nyaman untuk tinggal, jodoh juga bisa berarti lagu yang nyaman untuk didengarkan, jodoh juga bisa berarti suatu tempat yang kau datangi namun kau merasa sangat dekat dengan tempat itu, jodoh juga bisa berarti teman hidup, ya jodoh itu luas, dan bagi saya seorang teman yang saya sebutkan diatas adalah jodoh yang membantu saya menemukan siapa diri saya yang sebenarnya, dia mengerti memahami, dan bercakap dengan saya sesuai dengan apa yang saya harapkan, dengan penerimaan yang pas, dengan intonasi suara yang pas, walau terkadang menjengkelkan namun dia sudah mewakili jawaban dari pertanyaan saya tentang siapa yang benar-benar bisa memahami karakter saya yang rumit. ya namanya Angyun Abraham, dia juga mempunyai sisi melankolis, dan dia cerdas, cukup.🙂

Ingin suatu hari bertemu dengan seseorang yang mempunyai karakter rumit seperti saya, berkenalan, dan berbagi kisah, walay saya sudah membayangkan, disaat pertemuan nanti dnegan siapapun orangnya, diawali dengan sunyi senyap, yah begitulah -____-

saya mengumpulkan beberapa versi tentang Melankolis Koleris:

Versi I

Melankolis

Melankolis mempunyai kecenderungan bekerja dengan rapi, menyendiri, dan menuntut kesempurnaan. Seorang Melankolis memikirkan sesuatu secara mendalam (terkadang berlebihan) dan menuntut hal-hal yang ideal. Dia juga seorang yang cenderung mempunyai kecerdasan lebih tinggi dalam bidang sains dan seni. Oleh karena mempunyai perasaan yang mendalam, ciri khas lainnya adalah romantis, puitis, mencintai dan membenci sesuatu sepenuh hati dan untuk waktu yang tidak sebentar.

Kepribadian ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter seseorang yang penuh pikiran, cenderung pemurung, pendiam, introvert, pesimis, perfeksionis, berorientasi jadwal, standar tinggi, sadar perincian, gigih dan cermat, tertib dan terorganisasi, teratur dan rapi, ekonomis, melihat masalah. mendapat pemecahan kreatif, perlu menyelesaikan apa yang dimulai, Suka diagram, grafik, bagan, daftar.

Koleris
Koleris dilahirkan untuk mendominasi di antara manusia-manusia yang lain. Dia seorang yang cenderung berkuasa, suka mendominasi orang lain, dan berambisi untuk memperoleh apa yang diinginkan. Koleris suka menjadi pusat perhatian karena kekuatan kekuasaannya, karena itu pula dia mempunyai jaringan sosial yang besar. Karena bersifat mandiri, terkadang dia memaksakan kehendak pada orang lain dan bermasalah bekerjasama dengan orang yang lain tidak menyukai ‘caranya’. Saat semua orang tertekan dan tak tahu apa yang harus dilakukan, dia akan muncul untuk mengambil alih dan memimpin. Koleris berpikiran optimis, ekstrovert, dan tak terpengaruh emosi.

Kepribadian ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter yang percaya diri, dinamis dan aktif, berbakat memimpin, extrovert, optimis, berani mengambil resiko besar sekalipun, hatinya mudah terbakar, selalu unggul dalam keadaan darurat, selalu merasa benar, susah menerima pendapat orang, disiplin, tepat waktu.

Versi II

Melankolis
Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankoli’ tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri `melankoli’ anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

Koleris
Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa sajaia `suruh’ melakukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.

Versi III

Melankolis
Ia terbuka terhadap kesan-kesan dari luar tetapi tidak setiap kesan yang ada itu diterimanya. Ia sangat dikuasai oleh perasaannya. Tetapi sifatnya sangat tertutup dan mengarahkan perhatiannya ke dalam. Ia memiliki kesan-kesan yang diterimanya yang berhubungan dengan sifat-sifat pribadinya yang menarik fantasinya. Karena pribadinya cenderung sedih, dan pemurung, boleh jadi kesan-kesan yang menarik perhatiannya ialah kesan-kesan yang mendukakannya. Ia cenderung menilai orang lain dengan yang ditetapkannya, sehingga ia berkecenderungan menghakimi. Sering kali ia mempersoalkan kesan-kesan yang menyakitkan sehingga tidak dapat dinikmati hal-hal yang membangunkan. Harapan-harapan hidupnya menyebabkan sering kali ia kecewa terhadap segala hal yang dialaminya.

Kekuatan :

  • Tabiatnya kaya, perasaannya halus dan mendalam.
  • Ia mempertimbangkan masak-masak segala sesuatu yang akan dilakukannya.
  • Apa yang direncanakan, ditindaknya secara sungguh-sungguh. Tentu tidak semua hal yang menarik perhatiannya, tetapi segala sesuatu yang dikerjakannya dengan ditangani secara sungguh.
  • Kombinasi antara pikiran dan emosinya yang kaya dan mendalam membuat seorang melankolik sangat kreatif dalam pekerjaannya.
  • Ia tahu batas-batas kemampuannya sehingga ia tahu memilih hal-hal yang mampu dikerjakannya.
  • Ia sangat setia, walaupun tidak mempunyai banyak sahabat, tetapi setiap orang yang menjadi sahabatnya akan sangat dekat dengan dirinya, sebab ia sungguh perhatian.
  • Ia sangat rapi, teliti dan setia pada pekerjaannya.

Kelemahan :

  • Suka mementingkan diri sendiri, rasa introspeksi dirinya yang mendalam dan sering kali berpikir negatif dan menjadi kuatir dengan dirinya sendiri dan fisiknya.
  • Ia cepat tersinggung dan mudah curiga terhadap orang lain akan menyebabkan psiko kompleks yang serius.
  • Ia tidak mudah berkompromi, sukar dan melupakan perlakuan yang tidak adil atau menghina.
  • Masalah yang dianggap orang lain itu biasa, bisa menjadi serius baginya.
  • Ia pendiam dan pendendam.
  • Ia berkecenderungan sebagai  pesimis, yang melihat hidup ini serba sulit.
  • Karena ketajaman mengamati orang lain, sehingga ia mudah mendapatkan kelemahan-kelemahan orang lain, sehingga cenderung merendahkannya.
  • Ia kurang dapat hidup secara realitis dan cenderung di awang-awang dan peragu.

Koleris
Kehendaklah yang paling menguasai orang kolerik. Ia cepat tanggap terhadap kesan-kesan dari luar, keputusan yang cepat biasanya menghasilkan tindakan yang nyata. Ia memiliki temperamen yang aktif dan praktis. Bagi orang kolerik, hidup adalah mengambil inisiatif, hidup adalah aktifitas dan kerja nyata.

Kekuatan :

  • Ia mempunyai kehendak yang kuat tegas. Dan biasanya mengambil keputusan sendiri yang menyangkut hidupnya, tetapi juga gemar membuat keputusan untuk orang lain.
  • Ia tahu apa yang harus diputuskan dan yang dapat ditindaknya dengan cepat.
  • Ia mempunyai sikap yang tegas dan tidak membiarkan orang lain memutuskan sesuatu baginya. Ia memiliki percaya pada diri yang teguh pada waktu mengambil keputusan dan bertindak.
  • Ia bekerja dengan sangat efisien, memiliki kesanggupan yang besar dalam melakukan aktivitasnya. Daya juangnya kuat dan penuh vitalitas hidup.
  • Ia memiliki tujuan yang hendak dicapainya dengan jelas dan dengan tindakannya yang praktis ia melangkah pada apa yang hendak dicapainya.
  • Ia cepat dan berani mengatasi keadaan yang bersifat darurat untuk mengambil keputusan dan bertindak.
  • Bila jalan keluar yang hendak dicapainya mengalami kesulitan, maka segera mengambil jalan yang lain.
  • Ia tidak menjadi takut terhadap bahaya, sebaliknya keadaan bahaya justru menentangnya, karena ia sering bertualang.
  • Kehendak yang aktifmenggerakkan pikirannya yang tajam dan segar, namun pikirannya bersifat praktis sebab ia tidak begitu menyukai yang teoritis.
  • Ia tidak memikirkan sesuatu yang lebih dari yang diperlukan oleh pekerjaannya. Tetapi karena aktifitasnya itu mempunyai tujuan tertentu, maka dibutuhkan pikiran yang terang untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan rencananya., hal inilah yang membuat akal budinya tajam. Kesulitan-kesulitan tidak mengecewakannya, daya tahan yang luar biasa dan tidak dikuasai oleh situsasi.

Kelemahan :

  • Kehidupan emosi yang kurang dikembangkan dalam diri.
  • Bersifat keras, ia tidak cepat iba terhadap orang lain dan kurang berbelas kasihan terhadap orang lain sebab ia juga bersifat keras terhadap dirinya.
  • Ia suka mengendalikan orang lain dengan kerasdan mengangap orang yang perasaannya halus sebagai hanya sentimen kosong belaka.
  • Ia cepat bertindak dan pemarah, dan bila sudah marah tidak mau mengalah karena ia merasa dirinya selalu benar.
  • Ia terlalu percaya pada diri sendiri karena selalu mencapai apa yang ditujunya sehingga sering kali ia merasa sombong dan kurang memberi tempat pada yang lemah.
  • Ia merasa lebih pandai dan berhasil dibandingkan orang lain.
  • Ia merasa memiliki rencana yang lebih baik dibandingkan rencana orang lain. Sebenarnya bukan kebaikan rencananya itu memungkinkan kesuksesan yang dicapainya tetapi sifat kerasnya di dalam berjuang itulah yang menyebabkan ia banyak berhasil. Akibatnya suka memaksa orang lain melakukan apa yang dikehendakinya dan ia kurang memiliki kesabaran dalam meyakinkan orang lain.
  • Ia merasa lebih pandai menilai keadaan keadaan dibandingkan orang lain dan ia menyadari bahwa dirinya memiliki tenaga untuk melaksanakan rencana-rencananya. Hal inilah yang membuat ia percaya pada dirinya sendiri.
  • Ia seorang yang licik dan suka membalas dendam dan bila ia jatuh ke dalam jalan yang jahat biasanya dalam sekali.

Versi IV

MELANKOLIS

Kekuatan :

  • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
  • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
  • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
  • Sensitif.
  • Mau mengorbankan diri dan idealis.
  • Standar tinggi dan perfeksionis.
  • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
  • Hemat.
  • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
  • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
  • Berteman dengan hati-hati.
  • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
  • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
  • Sangat memperhatikan orang lain.

Kelemahan :

  • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
  • Mengingat yang negatif & pendendam.
  • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
  • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
  • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
  • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
  • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
  • Hidup berdasarkan definisi.
  • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
  • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
  • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
  • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
  • Memerlukan persetujuan.

KOLERIS

Kekuatan :

  • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
  • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
  • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
  • Bebas dan mandiri.
  • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
  • “Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini”.
  • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
  • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
  • Membuat dan menentukan tujuan.
  • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
  • Tidak begitu perlu teman.
  • Mau memimpin dan mengorganisasi.
  • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
  • Unggul dalam keadaan darurat.

Kelemahan :

  • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
  • Senang memerintah.
  • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
  • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
  • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
  • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
  • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
  • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
  • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
  • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
  • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
  • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
  • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

Versi V

Melankolis
Orang melankolis adalah orang yang serius dan tertutup, namun cerdas dan sangat kritis dalam berpikir. Mereka mengerjakan suatu hal lebih tekun, memahami sesuatu setahap demi setahap, menjalani sebagian hidupnyu dengan sangat serius. Mereka mampu menganalisis suatu keadaan dengan jauh lebih baik, memiliki kemampuan luar biasa dalam “melihat di balik layar”, tingkat ketelitian dan ketajaman analisisnya tinggi. Mereka mengikuti perencanaan dan mengikutinya dengan sangat hati-hati.
Orang melankolis sangat hati-hati, teliti, suka curiga, tidak senang membuat kesalahan, senang dengan detail, menyukai data, fakta, angka-angka dan grafik. Mereka taat mengikuti instruksi dengan seksama, tidak suka mendesak, tidak perlu menjadi pemimpin, senang berada di sekeliling orang yang ramah dan terbuka. Orang melankolis senang menjadi benar bukan karena mereka merasa lebih baik daripada orang lain, tetapi mereka hanya ingin menjadi benar, dan hasil kerjanya harus benar dan baik. Mereka sangat konsisten, tidak pernah salah dalam menyampaikan detail suatu cerita, cenderung conformist (orang yang suka mengikuti apa yang dilakukan oleh banyak orang), dan selalu ingin meningkatkan kinerjanya.
Orang melankolis mempunyai perasaan yang sangat halus, tidak mau menyinggung perasaan orang lain, menyimpan kemarahan dan dendam mereka untuk waktu yang sangat lama. Mereka selalu berorientasi pada jadwal, menentukan standar yang sangat tinggi, bersifat perfeksionis, sangat terorganisir dan tertib. Mereka sangat analitis tapi sering buruk dalam melakukan sintesis, jarang salah dan selalu melakukan pemeriksaan ulang, sangat sensitif, sangat idealis, ingin mnjadi yang terbaik, mencari yang terbaik, berusaha mendapatkan yang terbaik. Orang melankolis sangat kuat memegang prinsip dan keyakinannya, tekun dalam mengejar cita-cita yang ingin mereka capai, rela berkorban, bekerja tak kenal lelah untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang baik, lebih mementingkan tugas daripada diri mereka sendiri, dan juga sangat rapi.
Orang melankolis sangat terpusat pada diri mereka sendiri, kurang memiliki fleksibilitas dalam membangun suatu hubungan interpersonal yang hangat. Mereka sering sekali murung, cenderung melihat hal-hal yang salah daripada hal-hal yang benar, sering keliru membaca orang, sikap mereka cenderung kaku, suka berteori, tidak suka bersosialisasi, suka melindungi dirinya sendiri, dan sangat segan mencoba hal-hal baru. Sangat sulit bagi oang melankolis untuk melakukan konsultasi atau terapi bagi persoalan pribadinya, dan tidak mudah untuk memaafkan orang yang pernah melakukan kesalahan pada mereka.
 
Koleris
Orang koleris dikenal sebagai orang yang keras, tegas, dan sangat menuntut. Mereka memiliki energi besar untuk melakukan hal-hal sulit, memiliki dorongan dan keyakinan yang kuat akan kemampuan diri mereka. Mereka pantang menyerah, tidak ada yang namanya kegagalan dalam kamus mereka. Bila mereka gagal, meraka akan terus mencoba dan mencoba lagi. Dan siapa pun yang berusaha menghalangi niatnya untuk mencapai tujuan akan dianggap sebagai musuhnya.
Orang koleris percaya bahwa dirinya dilahirkan menjadi pemimpin dan selalu tampil di depan menjadi pemimpin kelompok dalam kegiatan. Mereka adalah orang yang suka dan sangat tertantang untuk melaksanakan suatu tugas besar, suka mendapat peran penting dan memegang wewenang.
Mereka juga berfikir dengan cepat, cepat dalam mengambil keputusan, tidak biasa diam, selalu saja mencari suatu pekerjaan atau kegiatan, mampu mengerjakan beberapa tugas sekaligus dengan hasil yang sama baiknya.. Orang koleris sangat dinamis dan aktif serta sangat membutuhkan perubahan. Mereka mempunyai kebutuhan mendasar barupa tantangan, pilihan, dan pengendalian. Mereka akan sangat termotivasi untuk melakukan sesuatu bila ketiga komponen ini terpenuhi. Mereka selau berorientasi pada target yang harus dicapai, mementingkan hasil akhir, tidak suka pada orang yang kerjanya lamban. Kemampuan alami orang koleris membuat mereka mampu menyelesaikan sendiri hampir semua masalah, sehingga mereka jarang membutuhkan orang lain. Orang koleris juga jarang menangis, jarang memberikan perhatian yang hangat, dan menunjukkan rasa sayang dan perhatiannya dalam bentuk memberi atau menghasilkan “sesuatu” bagi orang yang mereka cintai.
Orang koleris selain memiliki keinginan yang sangat kuat, juga cenderung sangat yakin pada kemampuan diri mereka sendiri serta sangat mandiri. Mereka tidak suka diperintah oleh orang lain, tetapi suka memberikan perintah. Tidak suka orang yang plin-plan, banyak bicara, tetapi tidak produktif.
Orang koleris memang tekadang kurang bijaksana. Dalam bertindak, Mereka sering kali bisa menjadi sangat marah terhadap hal-hal kecil atau tindakan yang mereka anggap bodoh. Dan kalau sudah marah, mereka bisa sangat kasar dalam berbicara (sarkatis). Mereka dapat menghancurkan Anda hanya dengan menggunakan kata-katanya. Mereka juga mudah memaafkan orang lain, mudah melupakan kemarahannya walau pun mereka penuh temperamen dan mudah marah.

Versi VI
Melankolis yang Sempurna

Mari kita lakukan dengan cara yang benar
* Keinginan : Mendapatkan apa yang benar
* Kebutuhan emosional : Rasa kestabilan, ruangan, ketenangan, kepekaan, dan dukungan.
* Kekuatan kunci : Kemampuan mengorganisasi, menetapkan tujuan jangka panjang, memliki standar dan idealisme tinggi, menganalisis secara mendalam.
* Kelemahan kunci : Mudah tertekan, perlu waktu terlalu banyak untuk mempersiapkan, terlalu memusatkan perhatian pada perincian, mengingat hal-hal negatif, mencurigai orang lain.
* Menjadi tertekan kalau : Kehidupan tidak beres, standar tidak terpenuhi, dan rupanya tidak ada orang yang peduli
* Takut kepada : Kemungkinan tidak ada seroangpun yang memahami bagaimana mereka sesungguhnya merasa, membuat kesalahan, harus mengkompromikan standar
* Menyukai orang yang : Serius, cerdas, mendalam, dan akan melangsungkan percakapan yang masuk akal
* Tidak menyukai orang yang : kelas teri, pelupa, terlambat, tidak terorganisasi, pulasan, suka bohong, dan tidak bisa diramalkan
* Berharga dalam pekerjaan : Untuk rasa perincian, menyukai analisis, mengikuti sampai tuntas, untuk kerja standar tinggi, belas kasihan kepada orang yang menderita.
* Bisa meningkat kalau : Mereka tidak menganggap kehidupan terlalu serius dan tidak memaksa orang lain menjadi perfeksionis
* Sebagai pemimpin mereka: Mengorganisasi dengan baik, peka terhadap perasaan orang lain, mempunyai kreativitas yang mendalam, menginginkan untuk kerja bermutu
* Cenderung mengawini : Orang sanguinis yang populer untuk kepribadian dan keahlian sosial meraka, tetapi segera berusaha mengurung meraka dan memaksa meraka mengikuti jadwal, menjadi tertekan kalau mereka tidak menanggapi.
* Reaksi terhadap stres : Menarik diri, menekuni buku, menjadi tertekan, menyerah, menceritakan masalah
* Dikenali dengan : Keseriusan, sifat perasa, cara pendekatan yang sopan, komentar menyalahkan diri sendiri, penampilan yang rapih dan terawat baik (kecuali intelek tipe hippy, musikus, penyair, yang merasa perhatian terhadap pakaian dan penampilan merupakan keduniawian dan menyimpang dari kekuatan batin).

 
Koleris yang Kuat
Mari kita melakukan dengan cara saya
 
* Keinginan : memiliki kontrol
* Kebutuhan emosional : Rasa kepatuhanm hormat kepada pencapaian pestasi, penghargaan untuk kemampuan.
* Kekuatan kunci : kemampuan menguasai apa saja dengan seketika, membuat penilaian yang cepat dan tepat
* Kelemahan kunci : Terlalu suka memerintah, mendominasi, otokratis, tidak perasa, tidak sabaran, tidak mau mendelegasikan atau menghargai orang lain.
* Menjadi teretekan kalau : Kehidupan lepas kendali dan orang tidak melakukan pekerjaan dengan caranya
* Takut kepada : kemungkinan kehilangan kontrol atas apa saja, seperti kehilangan pekerjaan, tidak dipromosikan, jadi sakit keras, punya anak yang melawan atau teman hidup yang tidak mendukung
* Menyukai orang yang : Mendukung dan patuh, melihat segala hal dengan caranya, mau bekerja sama dengan cepat, dan membiarkan mereka menerima penghargaan
* Tidak menyukai orang yang : Malas dan tidak tertarik dengan bekerja terus-menerus, yang melawan wewenang meraka, lebih suka mandiri, atau tidak loyal
* Berharga dalam pekerjaan : Karena mereka bisa menyelesaikan pekerjaan lebih banyak daripada siapa pun lainnya dalam waktu yang lebih singkat dan biasanya selalu benar, tetapi bisa menimbulkan kesulitan.
* Bisa meningkat kalu : Mereka membiarkan orang lain membuat keputusan, mendelegasikan wewenang, menjadi lebih sabar, tidak mengharapkan setiap orang menghasilkan sebanyak mereka.
* Sebagai pemimpin meraka : Punya perasaan yang alami untuk mempimpin, firasat yang cepat tentang apa yang akan berjalan, dan kayakinan yang tulus akan kemampuan mereka untuk mencapai prestasi tetapi bisa membuat orang yang kurang agresif kewalahan
* Cenderung mengawini : Orang melankolis yang sempurna yang diam-diam akan patuh dan tidak melawan wewenang, tetapi yang tidak pernah mencapai prestasi cukup banyak atau bergairah tetantang proyek mereka.
* Reaksi terhadap stres : Mengetatkan kontrol, bekerja lebih keras, berlatih lebih banyak. Menyingkirkan pelanggar.
* Dikenali dengan : Cara pendekatan gerak cepat, membuat kontrol dengan cepat, kepercayaan diri, sikap selalu gelisah dan menguasai.
 
#FYI ini recommended banget buat yang mau ta’aruf dengan saya, ta’aruf-tafahum-takaful.
 
** Dari berbagai sumber plus kisah pribadi

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s