Meretas Jejak Menyisakan Manfaat di Sisa Amanah.

Diblog saya tercinta ini (tempat menampung curcolan dan perasaan yg abstrak) terdapat milestone bertuliskan MUNAS XIII ISMKMI, tidak menyangka saya mampu melewati periode ini yang diawalnya sungguh membuat saya tertekan karena harus mengorbankan akademik, dan depressed luar biasa karena beban amanah, dan tidak terasa 6 bulan lagi saya akan mengakhiri ini semua, InsyaAllah.

Saya sangat mencintai amanah saya yang satu ini, walau saya juga mencintai amanah-amanah saya yang lain, namun kadarnya lebih besar kepada amanah yang satu ini. Cinta, karena amanah ini mampu membuat saya tersenyum, menangis, bahagia, dan depresi sekaligus. Karena amanah ini saya mengenal cinta kepada Negara ini, saya mengenal bahwa ternyata saya mempunyai potensi untuk mengabdikan diri kepada bangsa ini, lewat kontribusi kecil-kecil, disini saya mengenal berkorban, mengenal luka namun harus tetap berjalan membawa luka dan mengabaikan emosi, demi manfaat yang lebih besar, disini saya semakin mengenal bahwa kebahagiaan saya adalah ketika apa yang saya cintai ini berada dalam kondisi sejahtera, dan saya menjadi menderita karena tempat ini banyak masalah namun penghuninya kurang menyadari ada masalah, ya saya menderita tiap kali memikirkannya, bukankah ini cinta yang mendekati sempurna? bahagia dan menderita sekaligus, bahkan jika boleh memilih mana yang lebih saya cintai? laki-laki yang saya cintai atau amanah ini?, maka saya akan menjawab saya memilih lebih mencintai amanah ini, entah kenapa..

Menulis ini, adalah lanjutan curcolan di postingan sebelumnya tentang jangan berhenti karena manusia, ya saya hanya punya sisa waktu 6 bulan, itupun kalau usia saya masih ada sampai 6 bulan ke depan, who knows bulan depan, atau esok saya sudah tiada, namun saya berharap Engkau memberikan saya kesempatan untuk menyelesaikan ini semua dengan baik, sehingga saya bisa melepaskannya dengan tenang, walau saya selalu merasa khawatir.

Selama 5 tahun menjadi mahasiswa saya belajar dan dibesarkan di lingkungan organisasi yang tertib sistem serta kaderisasi yang komprehensif, saya memberlakukan hal ini kepada adik-adik tingkat di BEM, dan memang untuk mewujudkannya diperlukan sedikit “strict” yang bagi sebagian orang itu menyebalkan, namun ketika sulit diawal, mengapa tidak?, toh pada akhirnya akan nyaman diakhir, itu idealnya, namun sepertinya sulit sekali mengajak orang untuk bersusah-susah untuk berubah, sometimes they say: gerakan perubahan atau apalah, namun tidak dibarengi dengan tindakan nyata.

Saya lega ketika menulis ini saya sudah selesai menangis, 2 bulan terakhir saya kembali menjernihkan fikiran pelan-pelan dan bekerja dengan cepat, saya tidak terbiasa berjalan lambat, ingin semua segera tuntas, perlahan membenahi sistem yang berantakan ini, yang ternyata terbentur oleh orang-orang yang sulit diajak kerjasama untuk membentuk sistem yang baik. akhirnya saya memutuskan untuk rehat sejenak dari sistem, khawatir saya tambah depresi dan menjadi tidak produktif.

Karena saya sangat menggemari kaderisasi dan PSDM, saya pun merancang sebuah kurikulum/panduan dimana setiap SDM yang ada di kepengurusan perlu mendapatkan wawasan a, b. c dst, karena ternyata permasalahan dari barat ke timur saat ini hampir sama, yakni masalah kualitas, saya masih mematangkan konsepnya bersama beberapa rekan dan segera mengadakan training untuk ke 4 wilayah di satu tempat, sehingga mereka bisa saling bercermin, saling mengenal, saling berbagi, dan tidak ada yang berfikir saya bodoh mereka pintar, saya tertinggal mereka melesat jauh, karena pada akhirnya mereka harus menyadari bahwa mereka semua sedang sama-sama belajar, dan pada akhirnya berbuat hal yang sama demi mewujudkan mimpi bersama untuk Indonesia Sehat, 6 bulan tersisa ini insyaAllah semoga bisa merapikan kualitas SDM di masing-masing wilayah, dan mengurangi disparitas, menipiskan sekat antar wilayah, dan meluruskan mindset yang terkotak-kotak, dan saya tidak ingin ada yang menghalangi atau mempersulit dan memperlambat mimpi saya yang satu ini, saya tidak peduli apa kata orang, saya hanya ingin berbuat, dan saya tidak sabar menyelesaikan semua masalah yang ada, karena disaat yang sama saya juga punya kewajiban pada amanah lain, saya harus memutar otak dan membagi waktu. Who knows apa yang akan terjadi dengan nasional di periode yang akan datang, saya tidak sanggup membayangkan karena dalam otak saya ini sulit diajak berfikir positif tentang nasional, jadi saya ingin menyelamatkan wilayah-wilayah karena ketika wilayah masih ada maka ISMKMI pun masih ada, apa ada yang mau protes? ;)))

ah, saya tidak punya banyak waktu untuk bercerita dengan orang, karena saya tidak mudah percaya, hanya beberapa orang tertentu saja yang saya anggap faham, hitungan jari 1-2, dan yang lainnya mungkin sebatas “mau tau saja” atau “kepo” tanpa mendalami perasaan saya yang sebenarnya, atau sebagian yang cuma “bisa judge”, tanpa bisa kasih solusi, tanpa mengetahui apa alasan saya melakukan ini dan itu, ada yang bilang sok ngatur, kalo gak diatur kan semaunya, kalo dilembutin malah manja, so gue harus gimana? ;)))

ah, beban di hati saya berkurang sedikit pasca menulis 2 postingan siang ini, semoga Engkau mengampuni diri hina yang banyak khilaf ini ;’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s