Kita dan Perubahan

Oleh : Muhammad Ichsan | Manajer Bidang Alumni PPSDMS NF

 

Banyak orang yang berfikir bagaimana caranya merubah dunia namun sedikit yang jeli memperhatikan bahwa perubahan besar berawal dari perubahan kecil, yaitu bagaimana merubah diri sendiri.

Ada sebuah ungkapan yang cukup menarik untuk kita renungkan. ”Setiap perubahan tidak selalu menuju pada perbaikan, tetapi setiap perbaikan dimulai dari perubahan”. Perubahan adalah suatu keniscayaan di dunia ini, maka kita harus berubah agar tidak terlindas oleh perubahan itu sendiri. Keberanian untuk bertindak dan memulai perubahan terkadang menjadi semacam pintu gerbang ke arah perbaikan.

Jika kita tidak berbuat, maka satu-satunya kemungkinan yang akan kita capai adalah kita tidak akan meraih apa-apa. Dan di dunia yang selalu berubah secara cepat ini, siapa saja yang tidak bergerak atau berubah dengan cepat maka ia akan tertinggal dan menjadi gagal.

Ada satu kisah seorang pebisnis yang meraih kesuksesan hingga menapaki posisi owner sekaligus Presiden Direktur di Perusahaan tersebut. Suatu ketika perusahaan tersebut diterpa badai masalah internal. Pemicunya adalah sikap pemimpin yang arogan. Dia otoriter dan antikritik. “Kalau saya bisa, kalian juga harus bisa,” katanya pongah. Dia pun menolak ide-ide baru. Dia mengelola perusahaan dengan serampangan. Turn over karyawan pun tinggi. Sisanya hanya kelompok para ‘penjilat’ yang tidak berani melawan. Dia menginginkan anak buahnya di-training agar berubah. Padahal, dia sendiri yang perlu di-training agar sikapnya berubah. Pada akhirnya perusahaan tersebut bangkrut!

Banyak orang yang mengetahu bahwa perubahan, – entah itu perubahan cara pandang, perubahan sikap atau perubahan apapun yang berujung pada suatu perubahan keadaan- akan membawa pada kesuksesan namun sedikit orang yang mau untuk berubah. Ini dia alasan mengapa orang malas berubah, sekalipun dia tahu perubahan akan membawa kesuksesan: karena berubah itu rasanya tidak nyaman. Bisa tidak nyaman karena kita merasa sendirian. Bisa tidak nyaman karena lingkungan kita menyatakan yang sebaliknya. Bisa juga tidak nyaman karena kita kewalahan atau kelelahan.

Motivator sekaligus pakar kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell dalam bukunya Thinking for A Changemenyatakan ada 6 langkah yang bisa mengubah hidup manusia. Pertama, kita harus mengubah cara berpikir kita. Mengubah cara berpikir akan mengubah keyakinan kita. Kedua, jika keyakinan kita berubah, harapan kita akan berubah. Ketiga, jika harapan kita berubah sikap kita berubah. Keempat, jika sikap kita berubah, perilaku kita berubah. Kelima, jika perilaku kita berubah, kinerja kita berubah. Dan keenam, jika kinerja kita berubah, hidup kita akan berubah.

Kita bisa simpulkan bahwa inti dari suatu perubahan adalah bagaimana kita menata fikiran kita dan membentuknya menjadi suatu keyakinan positif.

Tinta sejarah selalu digoreskan oleh orang – orang besar yang berani mengambil tantangan serta beban yang lebih besar dari kebanyakan orang. Mereka adalah orang yang memiliki keyakinan bahwa tantangan sebesar apapun selalu memiliki jalan keluar.

Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila kita menganggap masalah sebagai halangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, ketika kita menganggap masalah adalah anak tangga menuju kesuksesan atau perubahan yang lebih baik maka kita akan menghadapinya dengan cara yang berbeda. Dengan pandangan tajam, kita melihat kejayaan di balik setiap masalah. Semakin besar tantangan atau masalah yang kita hadapi semakin besar pula ia akan membentuk kapasitas pribadi kita.

Jadi, siapkah kita untuk berubah ?!

—————————————————–

**Refleksi Pribadi, Refleksi Diri, Sudahkah kita menjadi lebih baik hari ini?, mari berproses.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s