Ahadiyat: Hidup dari Memberi

Dikala ada sebagian orang “merasa hidup” dari lebih banyak menerima, ada juga sebagian yang lain orang hidup dari lebih banyak memberi, maka saya tertarik untuk berusaha hidup dari memberi.

Hidup kita adalah kumpulan dari pilihan yang kita pilih untuk mengisi waktu yang kita dapatkan.. Di antara sekian banyak pilihan-pilihan tersebut, saya sangat bahagia mengisi waktu saya dengan give (memberi) something to others, membagi ilmu kita, pengalaman kita, pulsa kita (J), perhatian kita, pikiran kita, bahkan juga mimpi-mimpi kita. Hal tersebut membuat hidup kita, kalau istilah yang sering digunakan Bapak Husein Ibrahim-Dewan Penyantun PPSDMS, menjadi lebih “barakah”.

Dalam suatu kajian Islam saya pernah mendengar, secara ma’nawiyah kata “barakah” dimaknai oleh ustadz tersebut dgn statement “manfa’at,manfa’at, dan manfa’at” artinya jika sesuatu itu mengandung barakah maka sesuatu itu akan mengandung manfaat yang begitu banyak dan berkali-kali lipat dari manfaat yang biasanya.

Dari situlah akhirnya kita akan mengerti ada orang yang diberikan anugerah yang mungkin secara penilaian manusia itu kecil, terbatas,dan biasa-biasa saja tapi memiliki efek yang luar biasa besar manfaatnya bagi orang sekitar. Itulah barokah. Begitupun sebaliknya, kita lihat ada orang yang secara kasat mata diberikan nikmat yang luar biasa besar, tapi tidak memiliki dampak manfaat apa-apa bagi manusia dan alam semesta, atau dengan kata lain, lawan dari kata barokah, sia-sia atau bahkan mudharat (Na’udzubillah).

“Kewajiban Kita Lebih Banyak Daripada Waktu yang tersedia”. Seakan waktu begitu singkat laksana kilatan cahaya. Memang jika dibandingkan dengan interval waktu grand design alam semesta, hidup kita singkat laksana kilatan cahaya, namun pastikan waktu hidup kita yang singkat tersebut kita isi dengan memberikan ilmu kita, pengalaman kita, atau apapun yang bisa kita berikan. Kata Nabi SAW : Al Ilmu Nuurun: Ilmu itu laksana Cahaya, mari jadikan hidup kita bercahaya. Karena itulah yang akan membuat waktu hidup kita menjadi hidup yang sebenarnya.

–edited dari blog alumni ppsdms

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s