Terimakasih..

Thanks to my lovely fay, yang telah mengantarkan ke UGD RSUD Yogya kemarin malam. Setelah berhari-hari bermasalah dengan lambung dan tidak bisa tidur malam karena menahan sakit yang luar biasa dibagian perut, akhirnya kemarin malam memutuskan untuk ke rumah sakit, sambil menahan sakit yang luar biasa di bagian perut sebelah kiri, sambil sesak nafas juga, ku fikir asam lambungnya sudah naik hingga paru-paru.

Mendaftar sebentar, dan rebahan di ruang UGD, ruangan ber-AC berdinding hijau muda, entah rasanya teduh sekali, dokter memegangi tanganku, menghitung denyut nadiku sambil geleng-geleng kepala berkali-kali, wajahnya menatapku miris, karena saat itu aku juga sedang berkeringat dingin + telapak tangan becek, dokter yang baik hati itu pun bertanya, apa sering berkeringat seperti ini?, saya menjawab lirih sambil menahan sakit “iya”, benar-benar sudah tidak berdaya, dan beliau melanjutkan memeriksa mata dan bagian bawah mata, dan mengukur tensi, yang lagi-lagi beliau mendesah dan mengatakan bahwa tensiku 70/60. Bercerita juga bahwa saya penderita sakit X, Y, dan Z, beliau terkejut sambil pasang ekspresi wajah gak tega. Dan bertanya obat apa saja yang ku minum dan apa ku minum obat secara rutin atau tidak, menjawab dengan lirih lagi “iya”, sambil dalam hati berucap, “sebenarnya saya terpaksa minum obat ini dan itu, hanya formalitas agar saya terlihat baik, walau sebenarnya saya sudah capek hidup”. Malam itu ada 3 orang dokter yang menanganiku, dan mereka memutuskan untuk memberikan suntikan. Sebenernya paling gak suka di suntik, karena bekasnya baru hilang semingguan, bekas membiru dikulit. Dokter tersebut kesulitan mencari arteriku, 2 kali gagal. OMG. sakit banget rasanya, dan yang ketiga baru berhasil dan itu pun dilakukan oleh dua orang dokter, yang satu menekan tanganku, yang satu memberikan injeksi. LEMES, cuma satu kata itu aja.

Kemudian mereka bertanya dimana keluarganya?, apa bisa didatangkan kesini sekarang juga?, saat ditanya begitu, entah kenapa aku jadi nangis terisak, dan mengatakan bahwa saya tidak punya keluarga di yogya. Maaf saya harus berbohong, karena selama 6 tahun di kota ini tidak ada yang peduli apabila saya sakit, bahkan mungkin jika saya mati sekalipun, mereka tidak akan mendatangi kuburan saya. Saya selalu mengurus diri saya sendiri, mengeluarkan uang sendiri, semuanya sendiri,

Dokter bilang asam lambung saya melewati ambang batas, karena obat biasa sudah tidak mempan, jadi asam lambungnya sudah mengiritasi lewat permukaan lambung, dan menembus ke dalam lambung. Dokter menuliskan resep 3 jenis obat yang harus saya minum tiap hari, dan beliau ingin juga menulskan resep obat X namun saya bilang saya masih punya banyak. Fay mengurus semua urusan administrasi. I really love her.

Thanks to pink & bona yang udah nelfon berkali-kali saat saya di UGD, terimakasih sudah mencemaskan saya, Thanks to pink yang telah mengirimkan bluetooth dua lagu bagus yang saya sukai.

Thanks to shin yang udah ngeWA berkali-kali, mengingatkan ini itu, i love you shin, terimakasih karena begitu mengerti dan memahami diri ini, don’t leave me please, stay besides me always please.

Thanks to mama, yang sudah mau mendengarkan anaknya ini menangis tengah malam di telfon, maaf selalu membuat khawatir, semalam ananda menangis karena memang sudah tidak tahan, sungguh tragis, terimakasih doa-doanya, walau sampai hari ini saya masih capek hidup.

Thanks to hasna cantik, yang telah membelikan bubur ayam tadi pagi..

Thanks to april yang telah membuatkan bubur sop, alhamdulillah itu sangat bermanfaat, terimakasih, lain kali saya akan membalas kebaikan di hari ini insyaAllah, semoga dibalas juga oleh Allah.

Dan terimakasih kepada bu kos yang menawarkan alat penghangat tubuh, maaf, saya masih merasa kurang nyaman dengan ibu, karena setiap kali saya melihat ibu, saya menjadi merasa trauma, dan teringat akan seseorang, maaf, semoga ibu selalu dalam keadaan sehat.

Terimakasih kepada kamu, yang telah mengikhlaskan almamaternya kepada saya, siang ini saya bisa tidur dengan nyenyak bersama dengan almamater kamu, dan tak lupa mendoakan supaya hidupmu selalu bahagia, mahluk Tuhan yang ku cintai.

Dan terimakasih untuk semua hal dan semua manusia yang telah membuat saya berfikir begitu keras, hingga saya menjadi sakit-sakitan, sekali lagi kalian mengajarkan kepada saya, agar saya harus tegas kepada diri sendiri, mengenyampingkan yang tidak butuh dipedulikan, karena semakin saya mengejar kalian, semakin melelahkan rasanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s