Menunduk

Sebenarnya ketika kita diberikan banyak pujian, nikmat lebih, posisi tinggi yang strategis, serta kemewahan dunia. bagaimanakah seharusnya kita menyikapi semua kerlap-kerlip itu?
Apa kita berkata dengan bangga “INI SAYA!” seraya menengadahkan wajah ke atas. Atau justru berkata “LILLAH” seraya menundukkan kepala kebawah, mensyukuri, menginsyafi khilaf yang disadari maupun tidak disadari, terus memperbaiki diri dan terus menunduk.
Ini hanyalah dunia yang merupakan ladang tabungan kita untuk akhirat, Ini bukanlah dunia yang merupakan ladang kita untuk mengumpulkan kebanggaan dan pujian.

Yogya, adzan ashar berkumandang, refleksi sore, 14.36

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s