Urgensi Tarbiyah Dzatiyah

Tarbiyah dzatiyah ialah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan) yang diberikan oleh seorang Muslim dan Musllimah kepada dirinya sendiri untuk membentuk kepribadian yang Islami. Dengan kata lain, tarbiyah dzatiyah ialah tarbiyah seseorang terhadap dirinya sendiri. Adapun urgensi Tarbiyah Dzatiyah diantaranya:

1. Menjaga diri seharusnya didahulukan daripada menjaga orang lain
Tarbiyah seorang muslim terhadap dirinya sendiri adalah sebuah upaya untuk melindungi dirinya dari siksa Allah. Seperti dalam firman Allah dalam surat At-Tahrim ayat 6 : “Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.”
Arti menjaga diri dari neraka, seperti dikatakan Ibnu Sa’di rahimahullah, ialah dengan mewajibkan diri mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta bertaubat dari apa saja yang dimurkai oleh-Nya.
 
2. Jika kita tidak mentarbiyah (membina) diri kita sendiri, maka siapa yang mentarbiyah (membina) diri kita?
Jika kita tidak mentarbiyah diri kita sendiri, maka kita akan kehilangan waktu-waktu ketaatan dan momen-momen kebaikan padahal hari dan umur terus bergulir.
 
3. Hisab kelak bersifat Individual
“Setiap orang dari kalian pasti diajak bicara Tuhannya, tanpa penerjemah antara dirinya dengan-Nya.” (Muttafaq Alaih). 
Karena itu, barangsiapa mentarbiyah dirinya, insya Allah hisabnya diringankan dan ia selamat dari siksa, dengan rahmat Allah ta’ala.
 
4. Tarbiyah Dzatiyah itu lebih mampu mengadakan perubahan
Kita pasti punya aib, kekurangan, atau melakukan kelalaian dan maksiat. Maka, untuk memperbaiki seluruh sisi negatif yang ada didalam diri kita maka tarbiyah dzatiyah akan sangat efektif karena kita sendiri lah yang tahu rahasia-rahasia dalam diri kita yang perlu diperbaiki. 
 
5. Tarbiyah adalah sarana tsabat (tegar) dan istiqamah
Tarbiyah dzatiyah merupakan garis pertahanan terdepan dalam melawan beragam fitnah dan bujuk rayu, yang menyerang orang Muslim dewasa ini. Godaan untuk menyimpang, gugur di jalan dakwah,  loyo, malas, merasa takut akan  masa depan, dan putus asa dengan realitas sekarang. Di aspek ini, perumpamaan Tarbiyah Dzatiyah ialah seperti pohon, yang jika akar-akarnya menancap kuat di bumi, maka pohon tersebut tetap kokoh, kendati terkena angin dan badai.
 
6. Sarana Dakwah yang Paling Kuat
Cara yang paling efektif untuk mendakwahi orang lain dan mendapatkan respon mereka ialah dengan menjadi qudwah (panutan) yang baik dan teladan istimewa, di aspek iman, ilmu, dan akhlaknya. Qudwah tinggi dan pengaruh kuat tersebut tidak dapat dibentuk oleh sekian khutbah dan ceramah saja. Namun, dibentuk oleh tarbiyah dzatiyah yang benar.
 
7. Cara yang Benar dalam memperbaiki realitas yang ada
Realitas kondisi umat Islam di berbagai aspek kehidupan sekarang cukup memprihatinkan. Tarbiyah dzatiyah merupakan langkah efektif untuk melakukan upaya perbaikan. Sebab, jika setiap individu baik, baik pula keluarga, lalu masyarakat menjadi baik. Begitulah, akhirnya pada akhirnya realitas umat menjadi baik secara total, sedikit demi sedikit.
 
8. Karena keistimewaan tarbiyah dzatiyah
Tarbiyah dzatiyah memiliki urgensi lain seperti mudah diaplikasikan, sarana-sarananya banyak, dan ada terus pada orang Muslim di setiap waktu, kondisi, dan tempat.

*diringkas dari buku “Tarbiyah Dzatiyah” karya Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan bab Urgensi Tarbiyah Dzatiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s