Percakapan 3 Jam :)

Hangat selalu yang ku rasakan ketika berbincang dengan beliau, lama sekali perbincangan kami, dan kami mempunyai pemikiran yang sama, unik. Berbincang tentang banyak hal, mengenang masa lalu saat memegang piala mawapres univ dengan gemetaran dan mengusap air mata berkali-kali saat itu. dan berakhir pada percakapan tentang cinta ^^

Bapak tersebut yang memberikan motivasi selama hidup sebagai aktivis sejak semester 1, hingga sekarang, dan beliau juga yang berperan dalam banyak hal termasuk dalam hal penilaian saat seleksi Mawapres Univ beberapa tahun silam, mana menyangka dengan IPK paling rendah diantara semua kandidat yang lolos menjadi 10 besar calon Mawapres Univ. IPK 3,6 itu sangat rendah jika dibandingkan dengan IPK kandidat lainnya. Bapak bilang, diantara semua kandidat poin kepribadianku merupakan yang tertinggi diantara kandidat yang lain *otoke* padahal banyak orang yang sebel sama gue, banyak orang yang bilang gue aneh dan membingungkan, namun psikolog yang ditunjuk sebagai salah satu tim penilai saat 1 hari tes kepribadian ini itu, menggambar ini itu, berimajinasi tentang garis-garis yang mau dijadikan apa, 1 hari full tes kepribadian, dengan poin 9,2, dan standard 3 finalis adalah minimal poin 8 *otoke* gue masih gak nyangka, hahahha speechless, untuk urusan IPK jelas gue kalah jauh sama yang lain, yang lain pada 3,9, 3,8 dan gue paling rendah sendiri, 3,6 gigitin transkrip, tes bahasa inggris 1 hari, keringet dingin bercucuran, pucet sudah pasti, lha orang gue bukan anak sastra inggris atau PBI, gue anak FKM ciyyyn, yang juga belajar bahasa inggris otodidak haha, syukurnya pas dikocok arisannya hahaha, yang pertama kali maju itu senior gue yg dari FKM juga hahhaa, kalo gue maju duluan bisa mati gue hahaha, senior gue langsung sms “mati gue fi” hahaha. gile aja pertanyaan-pertanyaannya bener2 nguras pemikiran, bener2 pemikiran seorang mahasiswa yg harus visioner tentang kondisi bangsa, dsb secara komprehensif, aje gile kalo bukan anak organisasi gak bisa kali mikir sejauh itu zzzzzzzzzz dan dilafazkan dalam bahasa inggris, dari sana gw mapping n analisis apa yang gw harus katakan nanti, thanks Allah ^^. Dan alhamdulillah finally succeed, cuma tu juri manggil gw dan dia bilang, “kamu tu sinih les privat tentang ekspresi ke saya” hahhaha “kamu adalah kandidat yang FLAT TOTAL” lha emang ekspresi gw kayak gini terus mau diapain coba -____- | lalu 1 hari berikutnya adalah presentasi karya tulis ^^, dan saat itu disaksikan rektor dan beliau tepuk tangan setelah saya selesai presentasi, dan ga ada satu juri pun yang bertanya kepada saya (ceritanya udah ketakutan gue mau diserang dengan pertanyaan apa sama juri-juri yang killer itu) ^^, tes terakhir adalah penilaian berkas kegiatan aktifitas selama semester 1, sertifikat-sertifikat tingkat internasional, nasional, regional, universitas, fakultas, sampai dengan bem, apapun itu. hemm gak berkekspektasi banyak, yang jelas hanya ingin berusaha untuk FKM saat itu.

Malesnya adalah dapat sms dari bapak tersebut untuk datang milad UAD, lalu gw bales “bapak, sy mau ngapain di milad pak?,” | “pengumuman pemenang mawapres univ nak” | “lha pak, saya sudah pesimis nda menang pak IPK sy aja paling rendah kok pak, saya males datang pak, saya malu sama dekanat pak” | “pokoknya harus datang, kalau tidak saya marah” | “baiklah pak”  dengan kepaksa hadir ke milad -___- 

Pengumuman pemenang ini itu, dan puncaknya adalah pengumuman Mawapres Univ, sengaja duduk di belakang, rasanya mau pingsan sambil mau nyapa dekanat juga ga enak, kayak ngerasa udah kalah aja T–T, gw udah seneng banget pas nama senior gw dipanggil sebagai juara 1, dan lalu dwi sebagai juara 2, dan apakah tetiba nama gw dipanggil? ciyus? miapah? boleh pingsan sebentar.. “Saya?” “Apa MC tidak salah bacakan nama?”, ” Tidak”. CIYUS MIAPAH gw juara 3?, langsung dekanat gw dibelakang berdiri semua dan tepuk tangan karena FKM berhasil menyabet 2 piala Mawapres sekaligus. gw cuma bisa nunduk, ga berdaya rasanya nahan kaki gw yg gemetaran di depan publik, gw nganggep ini amanah jadi Mawapres Univ gede banget, gw ngerasa ga sanggup secara moril megang piala pun gemetaran, lalu sepatah 2 patah kata dari masing-masing Mawapres, entah mau bicara apa sambil nangis di depan. satu kalimat saja “Piala ini untuk aktivis mahasiswa di seluruh Indonesia” hanya itu saja.

—————————————————————————————————————————-

Lalu bapak itu bertanya tentang cinta, tsaaah berat banget ini bahasannya. “Sudah punya pacar nak?” | “InsyaAllah seumur hidup saya tidak pacaran pak” | “Kenapa nak? | “Saya gak suka dengan sesuatu yang ga jelas, malem mingguan, nonton, sms nanya udah makan belum, lagi ngapain dsb, bagi saya itu lebay banget pak, ganggu privasi dan ganggu kenyamanan hidup saya sebagai seorang introvert” dan lalu bapaknya ketawa hahahahhaa ” Satu lagi pak, bagi saya pacaran atau urusan cinta itu bisa merusak kinerja pak, sedangkan sejak SMP, amanah saya sudah banyak pak” | “Lho begitu ya bukannya cinta itu memotivasi ya?, kok malah merusak?” Ucap bapak itu, | “Yahh itu sih pemikiran saya pak *sambil nyengir* | “lalu apa hiburanmu nak sejak SMP yang sudah banyak amanah?” | “Hiburan sy baca buku atau komik, nyepi di kamar, dengerin musik instrumen, lalu vocal group pak, saya suka menyanyi pak *sambil nyengir* | “Lho kok ga ikut paduan suara UAD?” | ” Sudah daftar dan lolos seleksi pak, cuma terpaksa meninggalkan karena latihannya malam, dan sebelum saya ngekos dekat kampus, saya masih tinggal di rumah pakde dan gak boleh pulang malam pak ^^ ~ dan akhirnya saya diculik masuk ke bem pak” | “Lho kok diculik? | “Iya pak saya masuk bem tanpa mendaftar, langsung 3 hari setelah ospek pak, dipanggil langsung sama gubernurnya pak” *sambil nyengir* |

Pertanyaan sulit berikutnya: “Kamu pernah merasakan cinta kepada seseorang nak?” |”Pernah pak, selama 3,5 tahun..” | “Sampai sekarang masih kah nak?, siapa dia orangnya yang membuat anak kebanggaan bapak ini merasakan cinta” | “entahlah pak mungkin iya entahlah mungkin tidak, semuanya abu-abu, yang jelas jika bapak berkenalan dengannya, bapak juga akan merasa bangga akan dirinya pak”. “Pak, mari kita akhiri percakapan tentang cinta personal, karena cukup menyesakkan pak” | “yang saya tahu saat ini yang saya cintai adalah bem fkm, ismkmi, dan indonesia pak, karena cinta adalah memberi dan memberi, inilah cinta kepada saudara yang melebihi cinta kepada diri sendiri pak” | “Jangan lupa skripsimu nak”, “InsyaAllah pak ^^”, “Kurangi pasang headset saat di FKM nak, bapak memahami perasaanmu nak”, “Headset adalah pelarian saya pak, saya tidak ingin mendengar suara-suara mereka, saya hanya ingin mendengarkan apa yang ingin saya dengarkan, saya tidak peduli dengan seisi FKM, kecuali bu dekan dan 3 orang dosen yg sy banggakan, serta adik-adik BEM, karena semuanya mencap saya sebagai alien pak”, “Abaikan mereka nak, manusia hanya bisa melihat dan menjustifikasi keburukan-keburukan seseorang tanpa pernah mau melihat prestasi-prestasi dan sisi-sisi baik kita nak” — Dan kemudian nangis. Fin 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s