Mengukir Senyum di Kota Gede :)

ada 2 hal di dunia ini yang apa bila saya melihatnya hati saya merasa tentram: anak-anak kecil dan ibu-ibu tua.

Hari ini, lagi-lagi tertunduk, entah malu, entah terharu, entah. 

Adzan ashar berkumandang di posko KKN XXXVII. III.A.1, ada ia yang tubuhnya ringkih dan berjalan pun kufikir itu terseok-seok, beliau berjalan sambil berpegangan dengan jeruji-jeruji pagar menuju musholla. seorang nenek renta tua.

Jika ada salah satu wilayah di yogyakarta yang saya sangat salut dengan kemakmuran masjidnya itu adalah Kota Gede, setiap adzan berkumandang ramai sekali yang berdatangan untuk shalat berjamaah shaf terisi penuh. Dan mayoritas diantara mereka adalah orangtua renta yang ah entahlah speechless, didepan mereka saya hanya bisa tersenyum dan mencium tangan mereka satu persatu, ya, mereka siapapun saya anggap seperti orang tua, bagi saya mereka semua cantik walau sudah banyak kerutan di wajah. 

Dan sore tadi, selesai wudhu, anak-anak kecil beramai-ramai memanggilku, “bu guru”, saya menghampiri mereka “sayang, nda boleh ribut, ssst, sholat ashar yuk, pulang, ambil mukena ya” | “kemarin kemana bu guru?, nda ikut senam dan jalan sehat?” | “kemarin mba sakit, kalau ikut senam dan jalan sehat bisa batuk-batuk” | (wajah mereka berseri-seri ya Rabb, ada juga yang kangen sama saya, dan saya memang selalu punya banyak fans anak kecil :’), terimakasih Rabb). Saking asiknya menatapi wajah mereka saya sampai ketinggalan 2 rakaat -___-. 

Beberapa hari yang lalu juga ada seorang anak SD kelas 5 bernama lola (tadinya ku fikir dia anak SMP), anak SD zaman sekarang pesat-pesat pertumbuhannya cuuyy.. lola berbeda dengan anak-anak lainnya, dia tipikal pemalu, dan saya mengeluarkan semua jurus untuk melumpuhkan anak-anak #tsaaahh gaya bet bahasa gw yak hahahaha, seriusan kalo mau ngadepin anak-anak tu harus kreatif punya jurus-jurus tertentu (karate kali), lalalaallaalala akhirnya lola pun bisa dilumpuhkan dan dia cuma mau ngobrol denganku saja, tidak dengan teman-teman KKN saya lainnya, suasana mulai mencair sampai ia mengeluarkan LKSnya dan meminta aku mengajarkan dia PKN, ada yang nyeletuk “hanya orang2 yg baik hati saja yang mau ngajar PKN” hahahha kocak. Lah piye iki anak FKM alih profesi jadi guru apa aja selain bahasa jawa please.. Lola cukup pintar, saya memujinya beberapa kali, dan malam ini saya baru tahu kalau lola adalah seorang anak broken home, ibunya pergi dari rumah entah kemana.. InsyaAllah 2 bulan di Kota Gede aku akan berbagi kasih sayang denganmu nah lola, mencoba menguatkan, kamu harus jadi anak perempuan yang tangguh lola, saya bisa memahami perasaanmu. 

Seperti biasa, semacam mengulang memori Work Camp dimana anak-anak ngetawain aku yang ga bisa bahasa jawa, dan finally mereka yang ngajarin aku bahasa jawa hahahahaha, “mba lafi ini gimana to, lahirnya di yogya tapi ga bisa bahasa jawa” | mati gw frontal abis bocah-bocah iki — “mba lafi bisa bahasa apa aja?” | “bahasa Indonesia, bahasa Jepang, dan Mandarin sayang sedikit-sedikit”, “wah aku punya PR bahasa Mandarin mba, bantuin aku ya mba”, “iyaaa sayaang” (sambil ngejar anak yang namanya gibran kelas 4 SD, terus nyium pipinya, yes!!), lalu ada salwa dan nurul yang selalu minta digendong, dan lainnya.. :’)

02.46

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s