Menua

Seiring menuanya usia kita, apakah bisa linier dengan penerimaan kita terhadap hikmah maupun ujian yang diberikan oleh-Nya. Seiring menuanya usia kita, apakah bisa linier dengan kehati-hatian kita dalam berlisan, santun dan tidak melukai orang lain dari kalimat-kalimat yang keluar dari lisan kita. Seiring menuanya usia kita, apakah bisa linier dengan keikhlasan kita dalam menerima, menerima apapun dengan tulus dan disertai kesyukuran, mengeluh?, tentu saja boleh, karena kita tak sekuat Baginda Nabi. Seiring menuanya usia kita, apakah bisa linier dengan pandangan kita terhadap orang lain, setiap manusia mempunyai sisi baik dan sisi buruk, Ia telah menciptakan berbagai manusia dengan kepribadiannya masing-masing, dan dari itulah kita belajar memahami dan menerima, karena pada hakikatnya kita hanyalah manusia yang sedang sama-sama belajar tentang kehidupan. Seiring dengan menuanya usia kita, apakah sejatinya yang dapat kita harapkan dan dapat kita rengkuh, bahagia?, tergantung bagaimana kita memaknainya.

Banjarmasin, 4 Mei 2016

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s